bank-resona-perdania

Bank Resona Perdania – Bank Resono Perdania merupakan sebuah lembaga keuangan dengan jenis Jasa Keuangan Perbankan dan berpusat di Jakarta. Bank Resono Perdania ini sudah berdiri sejak tahun 1958. Berawal dari sebuah komitmen untuk menciptakan kerjasama ekonomi yang baik antara Jepang dan Indonesia, maka didirikan bank ini pada tahun 1958. Banyak hal yang sudah dilalui sepanjang perjalanan Bank Resona Perdania hingga saat ini. Surabaya dan Bandung merupakan dua kota yang dipilih sebagai kantor cabang dari bank ini, dan kantor cabang ini merupakan sebuah kesuksesan yang di raih oleh Bank Resona Perdania dalam melewati perjalanan bisnis perbankan di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama membuka bisnis perbankan ini, membuat Bank Resona Perdania menjadi terus berkembang dan maju hingga saat ini. Sebelumnya bank ini merubah namanya menjadi Daiwa Perdania Bank di tahun 1994, Bank Daiwa Perdania pada tahun 1999 dan kemudian menjadi Bank Resona Perdania di tahun 2003.

Dengan bekal sejarah yang ada tersebut serta masa yang sudah dilalui dalam memberikan kontribusi yang baik untuk kerjasama bisnis internasional Jepang dan Indonesia, Bank ini sudah mampu menopang perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia selama 55 tahun.

Bank ini berfokus pada perusahaan-perusahaan Jepang, perusahaan join venture Jepang-Indonesia serta perusahaan lokal lainnya. Bank ini memiliki pusat pelayanan pada berbagai jenis produk layanan perbankan corporate seperti deposito, kredit, ekspor, remittance, bank garansi, dan juga jasa sewa guna usaha.

Bank ini terus berkembang dan berusaha memberikan program-program yang bermanfaat untuk dapat melayani kebutuhan nasabahnya dan juga terus mengikuti perkembangan yang ada. Perkembangan ini diwujudkan dengan beberapa tahap, dan ditahap awal adalah memindahkan Kantor Pusatnya dari Jl. Jend. Sudirman Kav. 40-41, Jakarta Pusat ke Menara Mulia di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 9-11, Jakarta Selatan.

Hal ini merupakan wujud komitemen dari Bank Resona Perdania untuk terus dapat memberikan kotribusi dalam pelayanan yang prima bagi para nasabahnya. Perpindahan ini juga menandai bahwa bank ini terus bertumbuh dan selalu melakukan penyempurnaan terhadap semua pelayanan jasa perbankan.

Arti dari “Resona Perdania”

Arti dari “Resona Perdania” Resona merupakan bahasa Latin yaitu ‘Resonus’ artinya bergaung atau bergema. Resona dimaksudkan untuk memberikan gambaran terhadap nita bank ini untuk mengembangkan keuntungan timbal balik antara nasabah dan bank. Kemudian untuk Perdania merupakan singkatan dari “Perdagangan”, “Perindustrian” dan “Pertanian”.

Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Bank Resona Perdania adalah :

  • Pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai pasar lokal.
  • Fokus pada perusahaan-perusahaan Jepang dan lokal.
  • Manajemen Independen yang memungkinkan pengambilan keputusan secara fleksibel dan cepat.

Baca juga :

Bank Mitraniaga

 

PT. Bank Mitraniaga

Bank Mitraniaga  Bank Mitraniaga merupakan Bank Umum Swasta Nasional yang didirikan pada tahun 1989 berdasarkan akta nomor 85 tanggal 5 Juli 1989 dari Notaris Benny Kristanto, S.H dengan persetujuan prinsip dari Departemen Keuangan Republik Indonesia No. S 76/MK.13/1989. Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6826 HT.01.01 Th. 1989 tanggal 29 Juli 1989. Bank Mitraniaga merupakan Bank Umum Swasta Nasional yang didirikan pada tahun 1989 berdasarkan akta nomor 85 tanggal 5 Juli 1989 dari Notaris Benny Kristanto, S.H dengan persetujuan prinsip dari Departemen Keuangan Republik Indonesia No. S 76/MK.13/1989. Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6826 HT.01.01 Th. 1989 tanggal 29 Juli 1989. 

Kepemilikan saham Bank Mitraniaga telah mengalami beberapa kali perubahan, kondisi yang terakhir tercatat dalam akta No. 21 dari Notaris Esther Setiawati Santosa, S.H pada tanggal 24 Mei 2004. Dalam peningkatan modal, selama tahun 2007 hingga tahun 2010, Bank Mitraniaga telah melakukan penambahan modal secara bertahap dengan total Rp 108.400.000.000,- (Seratus Delapan Milyar Empat Ratus Juta Rupiah). Sedangkan untuk penambahan modal yang paling terakhir tercatat dalam akta notaris No. 37 dari Notaris Esther Setiawati Santosa, S.H pada tanggal 25 Januari 2012 menjadi sebesar Rp. 118.400.000.000,- (Seratus Delapan Belas Milyar Empat Ratus Juta Rupiah).

Konsistensi pada komitmen untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan yang terbaik dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian tetap terus dilakukan. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang struktur pendidikannya baik maka Bank Mitraniaga diharapkan senantiasa tumbuh dan berkembang tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada nasabah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan usaha dan perubahan kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa keuangan, Bank terus menyempurnakan sistem dan mekanisme pelayanan dengan pengelolaan yang professional dan berintegritas tinggi.

Hingga akhir 2014, Bank Mitraniaga telah memiliki 13 (dua belas) jaringan kantor tersebar di Jakarta dan Surabaya yang siap melayani nasabahnya dengan layanan terbaik, yang terdiri dari 1 (satu) Kantor Pusat Operasional, 1 (satu) Kantor Cabang, 8 (tujuh) Kantor Cabang Pembantu, dan 3 (tiga) Kantor Kas. Dalam waktu dekat penambahan jumlah jaringan kantor di daerah sekitar Jakarta dan luar Jakarta akan segera dilaksanakan guna memperkokoh kegiatan usaha Bank.

Alamat Kantor Bank Mitra Niaga
PT Bank Mitraniaga Tbk.
Wisma 77, Jl. Letjen. S. Parman, Kav.77, Slipi, Jakarta Barat
Kode: NAGA
Telepon: 021-5481877
Fax: 021-5481848
Email: bmn@bankmitraniaga.co.id
Website: www.bankmitraniaga.co.id
Bidangnya: Perbankan, Jasa perbankan, FINANCE, Sub BANK
Broker: PT. Ficomindo Buana Registrar
NPWP : 01.342.986.5-072.000

Baca Juga:

Bank Yudha Bhakti

PT. Bank Yudha Bhakti

Bank Yudha Bhakti – Berawal dengan adanya PAKTO 27/1988, yaitu dengan adanya kemudahan-kemudahan untuk mendirikan Bank baru, telah diantisipasi dengan diadakannya “Temu Koordinasi” antara Dephankam, Perum ASABRI, Pepabri dan para Developer pada tanggal 1 Desember 1988, mengingat dana yang dimiliki oleh Dephankam khususnya, dan proyek KPR pada saat itu dinilai cukup pontesial, dimana dilain pihak jumlah rekanan di lingkungan Dephankam/ABRI diperkirakan sangat membantu sekiranya dapat diwujudkan pendirian Bank baru. Selanjutnya pada tanggal 9 Januari 1989 diajukan proposal pembentukan Bank ke Menhankam, dan pada prinsipnya Menhankam menyetujui untuk dikembangkan dan diadakan penjajakan lebih lanjut. Proposal tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan dan pembicaraan dengan Menpera, Direktur Utama Bank Umum Pemerintah dan Direktur Utama Bank Umum Swasta Nasional.

Dari hasil pertemuan antara Menpera, Direktur Utama Bank Umum Pemerintah dan Direktur Utama Bank Umum Swasta Nasional, maka terbit Surat Perintah Menhankam Nomor: Sprin/146/I/1989 tanggal 28 Januari 1989 yang memerintahkan kepada Direktur Utama Perum ASABRI – Mayjen TNI Tjok P. Swastika dan Ketua Dewan Pembina Proyek KPR Dephankam – Letjen TNI (Purn) Sarwono Widyo Hoetomo, untuk menyusun Studi Kelayakan pendirian Bank, dengan tujuan pokok untuk meningkatkan kesejahteraan Prajurit ASABRI dan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Dephankam/ABRI.

Dalam rangka persiapan perencanaan pendirian Badan Usaha Perbankan, pada bulan Februari 1989 diadakan beberapa pertemuan dengan Konsultan Manajemen LPPI, Direktur Utama Perum ASABRI cq. Direktur Teknik dan Dirjen Moneter Dalam Negeri, sebagai kesimpulan bahwa dalam rangka mempersiapkan pendirian Bank tersebut yang digunakan adalah Konsultan Manajemen LPPI yang diberi tugas untuk membuat studi Kelayakan dan bekerjasama dengan Bank Niaga.

Setelah melalui beberapa tahap persiapan pembentukan Bank Dephankam, dimulai dengan persiapan Permohonan persetujuan prinsip pendirian Bank, pengurusan perizinan, pendanaan, pengadaan personil dan semua penujang lainnya, serta setelah diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham yang pertama pada tanggal 26 Juli 1989, mengingat pada tanggal 14 Agustus 1989 telah mendapat Persetujuan Prinsip Pendirian Bank Umum dari Menteri Keuangan dengan Nomor: S-982/MK.13/1989 tanggal 14 Agustus 1989, dan tanggal 1 September 1989 mendapat surat rekomendasi dari Bank Indonesia dengan nomor: 22/530/UUPS/PSbD perihal Persiapan Pendirian Bank Umum PT. Bank Yudha Bhakti yang mengacu pada surat Menteri Keuangan Nomor: S-982/MK.13/1989 tanggal 14 Agustus 1989 perihal Persetujuan Prinsip pendirian Bank Umum PT. Bank Yudha Bhakti di Jakarta, pada tanggal 14 September 1989 diadakan kembali Rapat Umum Pemegang Saham Kedua, yang menghasilkan keputusan penting antara lain: Penambahan satu Pusat Koperasi lagi sebagai Pendiri/Pemegang Saham yaitu PUSKOP DEPHANKAM serta pengesahan “LOGO” Bank.

Pada tanggal 23 Oktober 1989 mendapatkan Surat Rekomendasi dari Menteri Koperasi dengan Nomor: 266/M/X/1989, yang memberikan izin kepada INKOPAD, INKOPAL, INKOPAU, INKOPPOL, INKOPPABRI, PUSKOP MABES TNI, dan PUSKOP DEPHANKAM untuk mendirikan Bank dan sejak tanggal 9 Januari 1990 Bank Yudha Bhakti mulai beroperasi.
Sejak memasuki industri perbankan Indonesia sampai dengan pertengahan tahun 1997, dimana krisis ekonomi moneter mulai menerpa Indonesia dan dirasakan oleh seluruh sektor industri, tak terkecuali industri perbankan yang juga mengalami imbas yang cukup besar. Hal ini ditandai dengan dilikuidasinya beberapa bank swasta nasional. Namun krisis moneter tersebut tidak membawa pengaruh yang berarti bagi Bank, bahkan Bank dapat menangkap peluang yang positif dengan adanya krisis tersebut. Justru Bank dalam kurun waktu krisis mampu diklasifikasikan sebagai Bank berkategori “A”, sehingga tidak diperlukan adanya upaya penyelamatan dengan obligasi rekap dari pemerintah. Dimulai sejak tahun 2001 Bank mampu melakukan ekspansi secara berkelanjutan dengan pembukaan Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu di wilayah Jawa dan Sumatera.

Visi:

Menjadi Bank Retail yang solid, Tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan

Misi:

Mampu mengkreasi suatu nilai yang optimal bagi pemegang saham dan stakeholder pada umumnya

Alamat Bank Yudha Bhakti
PT BANK YUDHA BHAKTI TBK
Gedung GOZCO
Jl. Raya Pasar Minggu Kav 32 Pancoran Jakarta Selatan 12780
Telp. (021) 2975-2975, 2975-2999\
Fax. (021) 2975-2918

Baca Juga:

Bank Ina Perdana

PT. Bank Ina Perdana

Bank Ina Perdana (Bank Ina), didirikan pada tanggal 9 Februari 1990 dan mulai beroperasi pada tanggal 3 Juli 1991. Pada kinerja keuangan tahun 1997/1998, Bank Ina tetap mampu bertahan sebagai bank yang sehat dengan kategori A dan tidak memerlukan rekapitalisasi dari Pemerintah. Pada kurun waktu 2004 – 2008, Bank Ina mendapat predikat ”Sangat Bagus” versi majalah Infobank dan jumlah jaringan kantor mencapai 14 kantor dan melayani ATM melalui kerjasama dengan penyedia ATM Bersama. Selanjutnya pada tahun 2009 – 2010, Bank Ina terus menambah jaringan kantor untuk memperluas pelayanan di kota Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Lumajang sehingga jumlah kantor pada tahun 2011 sebanyak 22 kantor.

Atas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manajemen, telah diperoleh penghargaan (award) dari berbagai pihak independen, antara lain penghargaan ”Banking Efficiency Award” dari harian Bisnis Indonesia tahun 2012, peringkat ke-1 untuk kategori The Best Bank 2012 in ”Compliance”, peringkat ke-3 untuk kategori The Best Bank 2012 in ”Risk Management”, peringkat ke-3 untuk kategori The Best Bank 2012 in ”Marketing” dari majalah Business Review dalam Anugrah Perbankan Indonesia 2012, dan ”The Best Improvement Bank of The Year” dari Sembilan

Bersama Media. Sedangkan penghargaan terbaru pada tahun 2013 adalah dari Anugrah Citra Indonesia 2013 sebagai The Best Improvement Bank of The Year, dan penghargaan peringkat ke-2 CEO in Leadership kepada Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana, dari Economic Review dalam Anugrah Perbankan Indonesia 2013. Tentu saja upaya meningkatkan kinerja dan pelayanan akan terus dilakukan setiap waktu. Bank Ina Perdana selalu berupaya membangun pertumbuhan bisnis secara berkesinambungan dan berkualitas.

Sementara itu, dalam rangka untuk lebih memperkuat struktur permodalan, pada tahun 2013 pemegang saham menambah modal saham disetor sebesar Rp. 30 miliar. Dan akhirnya, Bank Ina Perdana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Januari 2014 sebagai tonggak sejarah baru untuk tumbuh lebih baik lagi dimasa mendatang.

Visi dan Misi dari Bank Ina Perdana

Visi
Menjadi bank ritel yang bermutu dan berkesinambungan serta dipercaya oleh seluruh stakeholders.

Misi
Meningkatkan kesejahteraan stakeholders.

Nilai-Nilai

  • Empathy Bank Ina senantiasa berusaha untuk memperlihatkan kebutuhan stakeholders terutama nasabah; dengan pikiran dan nurani.
  • Enterpreneurship Bank Ina telah menetapkan komitmennya untuk senantiasa melakukan inovasi produk dan layanan perbankan yang memberikan nilai tambah.
  • Empowerment Bank Ina senantiasa berusaha memberdayakan manajemen dan staf secara terorganisasi untuk memberikan respon yang cepat bagi stakeholders.
  • Teamwork Bank Ina senantiasa mengkoordinasikan kemampuan manajemen dan staf dengan komunikasi dan kerjasama dalam mencapai visi serta pelaksanaan misi.
  • Trustworthiness Bank Ina senantiasa membentuk karekter dan kompetisi untuk memupuk saling percaya.

Berikut Alamat Kantor Bank Ina Perdana

Kantor Pusat
PT. BANK INA
Wisma BSG, Jl.Abdul Muis No.40
Jakarta Pusat 10160
Telp : (021) 385 9050
Fax : (021) 385 9041

Baca Juga :

Bank Harda Internasional

Bank Harda Internasional, didirikan di Jakarta dengan nama PT. Bank Arta Griya yang kemudian berubah menjadi Bank Harda Griya pada tanggal 16 Januari 1993, lalu pada tanggal 10 Oktober 1994 Bank mulai beroperasi menyusul diperolehnya izin operasional sebagai bank umum pada tanggal 8 September 1994.

Kemudian pada Tahun 1996 Bank Harda Griya berganti nama menjadi Bank Harda Internasional. Setelah mengalami masa krisis pada tahun 1998, Bank Harda melakukan konsolidasi, dan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian, sejak tahun 2000, Bank fokus dalam mengembangkan pembiayaan UKM.

Untuk lebih menjangkau dan konsisten dengan sektor UKM tersebutlah maka bank kemudian melebarkan jangkauan wilayah operasinya di daerah Jakarta dan sekitarnya, maka sejak tahun 2002 Bank Harda membuka cabang-cabang di luar Jakarta dimulai dengan Surabaya, Bandung, Solo, dan Pontianak.

Pada tahun 2005 Bank Harda mengubah logonya dengan warna biru dan merah, dan untuk mempermudah penyebutan nama Bank Harda Internasional diubah menjadi Bank BHI. Bank BHI juga menambah cabang dan capem nya ke Bekasi, Tangerang, Surabaya Rajawali, dan Pekan Baru, terhitung Sejak tanggal 10 Desember 2007, Kantor Pusat Bank pindah ke gedung Asean Tower Lantai 1 dan 3 di Jl K.H. Samanhudi Raya No. 10, Jakarta Pusat 10710, dan telah mendapat persetujuan Bank Indonesia per tanggal 21 November 2007.

Dari waktu ke waktu Bank BHI terus berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan baik dalam segi pelayanan, sistem operasional perbankan dan kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki untuk semakin menjadikan Bank BHI sebagai SAHABAT BISNIS TERPERCAYA.

Visi dan Misi dari Bank Harda Internasional

Visi :
Mewujudkan BHI yang sehat dan stabil agar mampu berkembang secara berkesinambungan dalam persaingan yang menajam di industri perbankan guna memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan secara optimal.

Misi :
Menjadikan BHI sebagai bank yang dikenal terpercaya dan berkualitas dengan dukungan organisasi yang solid, sumber daya manusia yang berkompeten dan berintegritas tinggi serta teknologi informasi handal.

Berikut Alamat Kantor Pusat dari Bank Harda Internasional

Kantor Pusat
Asean Tower Lt. 2-3
Jl. Samanhudi No. 10
Jakarta 10710
Telp (021) 3841178
Fax (021) 3841022, 3841023

Baca Juga :