Peran Bank Sentral Indonesia

Peran Bank Indonesia – Sebagai Badan Mediasi Perbankan, Secara lengkap apa itu Badan Mediasi Perbankan, fungsi dan keunggulannya serta tata cara mengajukan permohonan kepada Badan Mediasi Perbankan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Mediasi perbankan merupakan proses penyelesaian sengketa antara nasabah dengan pihak bank yang difasilitasi Bank Indonesia dalam rangka untuk mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela.

2. Mediasi melalui jalur ini memiliki keunggulan dalam menyelesaikan sengketa dengan murah, cepat, dan sederhana, karena tidak dipungut biaya, jangka waktu proses mediasi paling lama 60 hari kerja, dan proses mediasi dilakukan secara informal atau fleksibel.

3. Adapun sengketa yang dapat diselesaikan melalui mediasi perbankan adalah sengketa antara nasabah dengan pihak bank menyangkut aspek transaksi keuangan dengan ketentuan nilai sengketa setinggi-tingginya 500 juta.

4. Sebelum melakukan proses mediasi, nasabah dan bank harus menandatangani perjanjian mediasi yang memuat kesepakatan untuk memilih mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa dan persetujuan untuk patuh serta tunduk pada aturan mediasi.

5. Dalam pertemuan mediasi tersebut, Bank Indonesia hanya bertindak sebagai mediator yang akan bersikap netral, memotivasi para pihak untuk menyelesaikan sengketa, dan tidak memberikan rekomendasi atau keputusan karena hasil penyelesaian antara pihak yang bersengketa merupakan murni kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank.

6. Setelah tercapai kesepakatan, maka nasabah dan pihak bank akan menandatangani akta kesepakatan. Namun apabila tidak di capai kesepakatan maka nasabah dapat mengupayakan penyelesaian lanjutan melalui jalur arbitrase atau pengadilan.

Adapun untuk pengajuan permohonan dapat dilakukan secara langsung melalui alamat :

Bank Indonesia, Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan

Menara Radius Prawiro, Lantai 19

Jalan. MH Thamrin No. 2 Jakarta 10350

Telepon (021) 3818923 atau (021) 3818935

Email : mediasi@bi.go.id

Dalam proses pengajuan tersebut, pastikan telah melampirkan persyaratan permohonan mediasi secara tertulis sebagaimana format yang ditetapkan oleh Bank Indonesia serta dokumen pendukung, yaitu :

  • Formulir pengajuan penyelesaian sengketa.
  • Fotokopi surat hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan bank kepada nasabah, fotokopi identitas nasabah yang masih berlaku.
  • Surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai yang cukup bahwa sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau telah mendapat keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan, atau lembaga mediasi lainnya, serta belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi Bank Indonesia.
  • Fotokopi dokumen pendukung yang terkait dengan sengketa yang diajukan.
  • Fotokopi surat kuasa khusus tanpa hak subsitusi, dalam hal pengajuan penyelesaian sengketa diwakilkan/dikuasakan. Namun demi kelancaran proses mediasi diharapkan para pihak yang bersengketa hadir dalam pertemuan tersebut agar keinginan masing-masing pihak dapat dikemukakan secara langsung.

Perbedaan Dasar Bank Umum Dan Bpr

Perbedaan Bank Umum Dan Bpr – Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha bank umum salah satunya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan deposito, tabungan berjangka, sertifikat deposito, tabungan biasa, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

1. Tugas Bank Umum

  • Pemberian kredit
  • Menghimpun dana yang berasal dari masyarakat berbentuk simpanan
  • Menerbitkan surat atas pengakuan hutang
  • Menjual, membeli dan juga menjamin risiko sendiri berdasarkan kepentingan nasabah maupun perintah dari nasabahnya itu sendiri, meliputi surat pengakuan hutang, surat-surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, kertas perbendaharaan negara, obligasi, surat dagang yang berjangka, beserta surat berharga yang lainnya.
  • Meminjamkan dana, meminjam atau menempatkan dana, entah itu memakai sarana telekomunikasi, memakai surat atau wesel.
  • Menerima pembayaran atas tagihan surat berharga
  • Menyediakan tempat penyimpanan surat berharga dan barang
  • Melakukan utang piutang
  • Melakukan kegiatan valuta asing
  • Melakukan kegiatan dalam hal penyertaan modal bank maupun perusahaan lain
  • Bertindak sebagai pengurus dan pendiri dana pensiun berdasarkan peraturan undang-undang.

2. Tugas Bank Pengkreditan Rakyat

  • Memberikan kredit
  • Menghimpun dana masyarakat berupa tabungan, deposito berjangka ataupun lainnya yang serupa.
  • Menawarkan penempatan dana dan pembiayaan melalui prinsip syariah, berdasarkan ketetapan dari Bank Indonesia.
  • Menempatkan dananya berbentuk Sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, tabungan bank lain, dan deposito berjangka.

3. Larangan Bank Pengkreditan Rakyat

  • Melaksanakan usaha asuransi
  • Melaksanakan penyertaan modal
  • Melaksanakan aktivitas usaha berbentuk valuta asing
  • Menerima simpanan berbentuk giro
  • Ikut serta menjalankan lalu lintas pembayaran

4. Hal yang Harus Diperhatikan oleh Bank Perkreditan Rakyat

  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi utangnya sesuai dengan perjanjian.
  • Dalam memberikan kredit, BPR juga wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada peminjam atau sekelompok peminjam yang terkait, termasuk kepada perusahaan-perusahaan dalam kelompok yang sama dengan BPR tersebut. Batas maksimum dalam hal tersebut sendiri tidak melebihi 30% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya, serta perusahaan-perusahaan yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya. Batas maksimum tersebut tidak melebihi 10% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

INI YANG DILAKUKAN JIKA MENDAPAT UANG PALSU

Ini Yang Dilakukan Jika Mendapat Uang Palsu – Peran uang sangat vital dalam kehidupan. Bisa dibilang, hampir semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Tak heran bila setiap orang rela bekerja keras untuk mendapatkannya. Sayangnya, keinginan untuk memiliki uang terkadang juga membuat sebagian orang gelap mata. Di mana akhirnya mereka rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkan benda ini, yaitu dengan membuat uang palsu.

Mengingat bahan pembuatan uang yang umumnya terbuat dari kertas, maka kesempatan untuk memalsukannya juga ikut besar. Apalagi didukung dengan kemajuan teknologi yang sudah semakin pesat, tentu membuat oknum-oknum itu bisa dengan mudah memperoleh alat cetak guna memproduksi uang palsu yang mirip seperti aslinya. Setelah berhasil dipalsukan, mereka tinggal mengedarkan saja entah bagaimana caranya biar tidak ketahuan.

Umumnya pengedarannya dengan digunakan untuk belanja di warung kecil yang tidak terlalu memperhatikan keaslian uang pada saat transaksi. Selain lewat transaksi kecil di warung, peredaran uang palsu juga dilakukan lewat jasa penukaran uang di pinggir jalan. Umumnya cara ini dilakukan menjelang hari Idul Fitri atau hari raya lainnya. Jika nasib sedang tidak beruntung, bisa saja kita secara tidak sengaja mendapat uang palsu ini.

Uang palsu adalah uang yang dicetak oleh seseorang atau suatu kelompok yang tidak diberi wewenang oleh bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia (BI). Uang itu sengaja dicetak semirip mungkin dengan aslinya dengan maksud biar bisa digunakan dan diterima masyarakat untuk transaksi.

Sementara uang (khususnya rupiah) akan dinyatakan asli dan sah untuk transaksi bila dicetak, diterbitkan, dan diatur perederaannya oleh Bank Indonesia. Meskipun ada negara yang bank sentralnya belum mampu mencetak uang sendiri. Bank sentral itu bisa meminta pihak lain dari luar untuk membantu mencetak uang. Namun peredaraannya akan tetap diatur oleh bank sentral itu sendiri. Maka dari itu, uang itu akan tetap dinyatakan asli dan sah digunakan untuk bertransaksi.

Secanggih apapun alat yang digunakan untuk membuat uang palsu, biasanya tetap saja hasilnya tidak akan sama persis. Apalagi uang asli dibuat dengan metode dan teknik tertentu yang gunanya memang untuk menjaga keasliannya.

Anda pasti sudah tahu cara paling mudah untuk mengetahui mana uang yang asli dan yang palsu, yaitu dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang.

Ciri-ciri uang asli:

  • Warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah.
  • Bagian kiri bawah ada optical variabel x.
  • Dicetak dengan tinta pigment khusus yang bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda.
  • Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.

Ciri-ciri uang palsu:

  • Warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah uang asli.
  • Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.
  • Warna benang pengaman tetap tidak berubah meski dilihat dari berbagai sudut.

Ciri-ciri uang asli:

  • Kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek.
  • Ada tekstur kasar di lambang negara.
  • Tekstur kasar pada uang asli terbentuk dari kertasnya.

Ciri uang palsu:

  • Terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran.
  • Lambang negara tidak ada tekstur.
  • Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.

Ciri-ciri uang asli:

  • Terlihat tanda air sosok pahlawan.
  • Gambar tersebut satu dan tidak berlawanan.
  • Gambar terlihat timbul berdasarkan kertasnya.
  • Gambar gambar rectoverso yang saling mengisi

Uang palsu:

  • Tanda air gambar pahlawan terlihat berlawanan bila dilihat dari sudut berbeda.
  • Tanda air tersebut permukaannya tidak ada tekstur timbul.
  • Gambar rectoverso saling berlawanan dan berantakan.

TUKAR UANG LUSUH ANDA SEKARANG

TUKAR UANG LUSUH – Masyarakat diminta tidak khawatir jika uang dimiliki mengalami kerusakan. Sebab, Bank Indonesia (BI) akan mengganti penuh uang rusak tersebut. Sehingga BI meminta masyarakat agar menukarkan uang yang tidak layar edar dengan uang baru.

Anda pasti pernah mengalami kejadian mendapatkan uang rusak baik ketika belanja di pasar ataupun kembalian ketika naik angkutan umum. Apabila mengalaminya Anda pasti sangat kesal, namun jangan terburu-buru di buang, masih ada peluang untuk menukarnya dengan uang baru.

Bank Indonesia menerbitkan panduan soal penggantian uang lecek/lusuh dan rusak. Lalu bagaimana proses penukaran uang tak layak edar tersebut? Berikut ini KreditGoGo merinci prosedur penukaran uang.

Masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah yang lusuh, rusak, dan uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran dengan uang Rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di bank umum yang melayani penukaran uang.

1.Uang Lusuh

Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.

2.Uang Rusak

Bank Indonesia dan/atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak sebagai berikut:

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia.

Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan kemudian. Informasi selengkapnya mengenai hal ini dipublikasikan pada Buku Panduan Penukaran Uang Tidak Layak Edar.

3. Uang Logam

Khusus untuk ung logam yang sudah jelak juga bisa loh Anda tukarkan. Jika Anda mau tukar uang koin buat lebaran? Anda bisa datang ke IRTI Monas Lenggang Jakarta pada hari Sabtu sampai Minggu (25 & 26 Juni 2016) pada jam 08.00 s.d. 17.00 WIB

 

SUKU BUNGA DAY REPO RATE TURUN

SUKU BUNGA 7 DAY REPO RATE – 22 September lalu, Bank Indonesia umumkan penurunan suku bunga BI 7-Day Repo Rate di angka4.25%. Nilai yang berlaku sebelumnya adalah 5.5%. Skema BI 7-Day Repo Ratemerupakan pembaruan dari suku bunga acuan BI Rate yang telah digunakan sejak Agustus 2016.

BI rate adalah suku bunga dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang diterbitkan kepada bank-bank di Indonesia yang menyimpan dananya di Bank Indonesia dengan jangka waktu selama 12 bulan.

Ibaratnya, bank seperti menabung dan akan mendapatkan hasil setelah 1 tahun menyimpan dana di Bank Indonesia. Dana tersebut hanya bisa ditarik setelah menjalani masa tenor selama 1 tahun tersebut.

Untuk BI 7-Day Repo Rate ini sebenarnya tidak berbeda dengan sistem dari BI rate. Hanya saja masa tenor yang ditawarkan lebih singkat, yaitu selama kelipatan 7 hari.Dengan mengurangi masa tenor, bank jadi lebih fleksibel untuk menarik dana dari SBI.

Selain itu, suku bunganya juga lebih rendah dibandingkan dengan BI rate. Meski begitu, bukan berarti terjadi perubahan bunga fluktuatif setiap minggu. Perubahan besar bunga tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan tetap melalui rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menentukan besaran bunganya.

Mekanisme BI 7-Day Repo Rate ini ditujukan untuk lebih cepat mengatur pola tingkat inflasi (jumlah peredaran uang) dalam masyarakat agar tidak terlalu tinggi.Jika tingkat inflasi dalam kategori sehat, makan daya beli masyarakat pun stabil.

Bila menggunakan pola BI rate biasa dengan tenor selama 1 tahun, keseluruhan proses tersebut butuh waktu yang lebih lama. Sedangkan 7-Day Repo Rate akan lebih cepat.

Caranya dengan meningkatkan suku bunga SBI apabila tengah berupaya mengurangi inflasi. Dengan begitu, bank akan lebih memilih menyimpan dananya melalui SBI ketimbang memberikan pinjaman pada nasabah agar dapat bunga yang lebih besar. Alhasil, tingkat peredaran uang pun berkurang.

Saat inflasi rendah, BI akan mengimbangi kembali dengan menurunkan bunga SBI yang membuat bank lebih mudah memberikan pinjaman kepada masyarakat. Diharapkan, tingkat pertumbuhan kredit masyarakat pun tetap stabil.

Dengan meningkatnya kredit, dalam jangka panjangdiharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan kemunculan usaha baru. Bank memang menjadi pemain utama dalam perubahan suku bunga BI, tapi bukan berarti Anda sebagai nasabah tidak terkena dampaknya.