Daftar Bank Indonesia

Bank Tabungan NegaraBank Tabungan Negara atau yang biasa disebut dengan Bank BTN berdiri pada tahun 1897 dengan nama Postpaarbank pada masa pemerintahan Belanda. Pada Tahun 1950 Postpaarbank berubah nama menjadi Bank Tabungan Pos dan dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dan Akhirnya berubah nama menjadi Bank Tabungan Negara pada Tahun 1963.

Bank Tabungan Negara merupakan satu-satunya institusi yang menyalurkan KPR bagi golongan masyarakat menengah kebawah pada Tahun 1974. BTN baru memulai operasi sebagai bank komersial dan menerbitkan obligasi pertamanya. Namun pada tahun 1984 BTN baru memperoleh izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa.

Visi Bank Tabungan Negara : Menjadi Bank yang terdepan dalam pembiayaan perumahan

Misi Bank Tabungan Negara :
1. Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah
2. Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk,jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini
3. Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas,profesional dan memiliki integritas tinggi.
4. Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prisip kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan Shareholder Value.
5. Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

Kegiatan Usaha Bank Tabungan Negara :

1. KPR dan Perbankan Konsumer
– Produk kredit konsumer terbagi menjadi empat yaitu KPR Bersubsidi, KPR Non Subsidi, Kredit Perumahan lainnya dan Kredit Konsumer

– Produk simpanan juga terbagi menjadi tiga yaitu Giro, Tabungan dan Deposito

– Mortgage : Menyediakan layanan pembiayaan berbasis rumah atau hunian

– Consumer Loan : Memberikan layanan pembiayaan konsumer dan personal loan dan Pengembangan bisnis consumer loan dari value chain

– Consumer Funding : Memberikan layanan produk dana dan jasa yang berorientasi pada nasabah individual dan Pengembangan bisnis wealth management perumahan

2. Perumahan dan Perbankan Komersial
– Produk kredit komersial terbagi menjadi tiga yaitu Kredit Konstruksi, Kredit Mikro & Usaha Kecil Menengah serta Kredit Korporasi lainnya

– Produk simpanan didominasi oleh dua hal yaitu Giro dan Deposito

– Commercial loan : Mengelola bisnis commercial loan termasuk kredit konstruksi

– SME : Memberikan layanan pembiayaan bagi segmen mikro dan kecil

– Commercial & Institusional Funding : Memberikan layanan jasa dan produk dana yang berorientasi kepada nasabah korporasi dan institusional

3. Perbankan Syariah

– Produk pembiayaan terbagi menjadi dua yaitu Pembiayaan Konsumer Syariah dan Pembiayaan Komersial Syariah

– Produk pendanaan terbagi menjadi tiga yaitu Giro Syariah, Tabungan Syariah dan Deposito Syariah

– Badan Usaha Syariah : Menyediakan layanan produk dan jasa syariah yang menciptakan sinergi bisnis Bank BTN

4. Treasury & Asset Management
– Menyediakan layanan jasa dan produk treasury
– Mengelola bisnis DPLK

Berikut Alamat kantor Bank Tabungan Negara :

Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (BTN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Menara Bank BTN
Jl. Gajah Mada No.1
Jakarta 10130
Telp. : (021) 6336789
Fax. : (021) 6336719

Selain Kantor pusat yang ada di Jakarta. Bank Tabungan Negara juga mempunyai Kantor cabang untuk setiap provinsi yang ada di Indonesia dan memiliki berpuluh ribu kantor cabang pembantu yang tersebar di setiap kota, kecamatan, dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  

Bank Central AsiaBank Central Asia Tbk (BCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah menjadi bagian penting dari Salim Group. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup perusahaan rokok terbesar di dunia, Djarum.

Sejarah berdirinya Bank Central Asia

BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997.

Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini memengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA pada tahun 1998.

Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada tahun 2000.

Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung pada tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.

Dalam tahun 2002, BPPN melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.

Daftar produk yang dijual oleh Bank BCA adalah  :

  • Tahapan
  • Tahapan Gold
  • Tahapan Xpresi
  • TabunganKu
  • Tapres
  • BCA Dollar
  • Giro
  • Giro Valas
  • Deposito Berjangka
  • LAKU

Berikut Alamat kantor Bank Central Asia :

Kantor Pusat Bank Central Asia (BCA)

PT BANK Central Asia (PERSERO) Tbk.
Menara BCA, Grand Indonesia
Jl, M.H Thamrin No.1
Jakarta 10310 Indonesia
Telp: 1500888, +62-21-2358-8000
Fax: +62-21-2358-8300
website : www.bca.co.id

Selain Kantor pusat yang ada di Jakarta. Bank Central Asia juga mempunyai kantor cabang yang terdapat di setiap provinsi yang ada di Indonesia dan memiliki berpuluh ribu kantor cabang pembantu yang tersebar di setiap kota, kecamatan, dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  

Bank MandiriBank Mandiri adalah  bank yang dimiliki oleh Bank Indonesia. Bank Mandiri merupakan Bank yang didirikan pada Tanggal 2 Oktober 1998 oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan ketika krisis keuangan melanda Asia. Empat Bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Keempat Bank tersebut akhirnya dilebur menjadi Bank Mandiri yang meneruskan tradisi dari keempat bank tersebut selama lebih dari 140 Tahun pada kontribusi perekonomian Indonesia.

Kinerja Bank Mandiri Tahun 2014

Wholesale transaction

1. Memberikan solusi transaksi keuangan yang komprehensif kepada nasabah corporate untuk memperkuat hubungan dengan nasabah corporate, commercial, dan institusi dengan memberikan solusi transaksi keuangan yang komprehensif.

2. Membangun hubungan melalui pendekatan holistik dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.

3. Tahun 2014 pendapatan yang bersumber dari Wholesale fee mencapai Rp4,4 triliun, dan dana murah Wholesale mencapai Rp73,2 triliun, sedangkan jumlah transaksi cash management tumbuh sebesar 80,4% mencapai 44,2 juta transaksi.

Retail deposit & payment

1. Bank Mandiri selalu berusaha memberikan layanan perbankan yang unik, unggul dan solusi transaksi yang inovatif.

2. Tahun 2014 pendapatan yang berasal dari retail fee mencapai Rp6,7 triliun, dan dana murah Retail mencapai Rp279,3 triliun, sedangkan jumlah transaksi e-channel selama tahun 2014 mencapai 1.820 juta transaksi.

Retail Financing

1. Menjadi salah satu pemain utama di Micro Banking, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Personal Loan dan Kartu Kredit, serta dominan di perbankan syariah.

2. Tahun 2014 total kredit retail mencapai Rp158,0 triliun, atau tumbuh 21,4% secara tahunan dengan komposisi 33,2% dari total kredit. Jumlah nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh 15,5% YoY atau lebih dari 100 ribu nasabah.
Visi Bank Mandiri : Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif

Misi Bank Mandiri :
1. Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
2. Mengembangkan sumber daya manusia professional
3. Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder
4. Melaksanakan manajemen terbuka
5. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan

Berikut Alamat Kantor Bank Mandiri:

Kantor Pusat Bank Mandiri

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.
Jl, Jenderal Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12190 Indonesia
Telp: 14000, +62-21-52997777
Fax: +62-21-52997735
SWIFT Code : BMRIIDJA

Otoritas Pengawas Bank
Otoritas Jasa Keuangan
Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta 10710 Indonesia
Telp (62-21) 3858001 Faks (62-21) 3857917

Berikut Data Perusahaan Anak dari Bank Mandiri :

1. Bank Mandiri Europe Limited London (BMEL) Bergerak di Jenis Usaha Perbankan dan bertempat di London
2. Mandiri International Remittance (MIR) Bergerak di Jenis usaha Jasa Pengiriman Uang dan Bertempat di Kuala Lumpur
3. Bank Syariah Mandiri Bergerak di Jenis usaha Perbankan Syariah dan bertempat di Jakarta
4. Mandiri Sekuritas Bergerak di Jenis Usaha Sekuritas dan Bertempat di Jakarta
5. Bank Sinar Harapan Bali Bergerak di Jenis Usaha Perbankan dan Bertempat di Denpasar
6. Mandiri Tunas Finance Bergerak di Jenis Usaha Pembiayaan Otomotis dan Bertempat di Jakarta
7. AXA Mandiri Financial Services Bergerak di Jenis Usaha Asuransi Jiwa dan Bertempat di Jakarta
8. Mandiri Investasi Bergerak di Jenis Usaha Manajer Investasi dan Bertempat di Jakarta
9. Mandiri AXA General Insurance Bergerak di Jenis Usaha Asuransi Umum dan Bertempat di Jakarta
10. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Bergerak di Jenis Usaha Asuransi Kesehatan dan Bertempat di Jakarta

Baca Juga : 

Bank IndonesiaBank Indonesia (BI) adalah bank pusat/ bank sentral Republik Indonesia. Bank Indonesia ini memiliki nama lain De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Sebagai bank sentral atau pusat BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan yang ada di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien. Setelah tugas mengatur dan mengawasi perbankan dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan, tugas BI dalam mengatur dan mengawasi perbankan tetap berlaku, namun difokuskan pada aspek makroprudensial sistem perbankan secara makro.

BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur. Sejak 2013, Agus Martowardojo menjabat sebagai Gubernur BI menggantikan Darmin Nasution.

Sejarah dan Pengertian Bank Indonesia

Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang.

Tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Di samping itu, Bank Indonesia diberi tugas penting lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.

Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamendemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan governance. Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amendemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.

Tujuan dan Tugas BI

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Tiga Pilar Utama

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah:

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta
  3. Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

Pengaturan dan Pengawasan Bank

Dalam rangka tugas mengatur dan mengawasi perbankan, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan atau kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan atas bank, dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan tugas ini, Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian.

Berkaitan dengan kewenangan di bidang perizinan, selain memberikan dan mencabut izin usaha bank, Bank Indonesia juga dapat memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, serta memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.

Di bidang pengawasan, Bank Indonesia melakukan pengawasan langsung maupun tidak langsung. Pengawasan langsung dilakukan baik dalam bentuk pemeriksaan secara berkala maupun sewaktu-waktu bila diperlukan. Pengawasan tidak langsung dilakukan melalui penelitian, analisis dan evaluasi terhadap laporan yang disampaikan oleh bank.

Sistem Pembayaran

Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah adalah tujuan Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Untuk menjaga stabilitas rupiah itu perlu disokong pengaturan dan pengelolaan akan kelancaran Sistem Pembayaran Nasional (SPN). Kelancaran SPN ini juga perlu didukung oleh infrastruktur yang handal (robust). Jadi, semakin lancar dan hadal SPN, maka akan semakin lancar pula transmisi kebijakan moneter yang bersifat time critical. Bila kebijakan moneter berjalan lancar maka muaranya adalah stabilitas nilai tukar.

BI adalah lembaga yang mengatur dan menjaga kelancaran SPN. Sebagai otoritas moneter, bank sentral berhak menetapkan dan memberlakukan kebijakan SPN. Selain itu, BI juga memiliki kewenangan memeberikan persetujuan dan perizinan serta melakukan pengawasan (oversight) atas SPN. Menyadari kelancaran SPN yang bersifat penting secara sistem (systemically important), bank sentral memandang perlu menyelenggarakan sistem settlement antar bank melalui infrastruktur BI-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Selain itu masih ada tugas BI dalam SPN, misalnya, peran sebagai penyelenggara sistem kliring antarbank untuk jenis alat-alat pembayaran tertentu. Bank sentral juga adalah satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan dan mengedarkan alat pembayaran tunai seperti uang rupiah. BI juga berhak mencabut, menarik hingga memusnahkan uang rupiah yang sudah tak berlaku dari peredaran.

Berbekal kewenangan itu, BI pun menetapkan sejumlah kebijakan dari komponen SPN ini. Misalnya, alat pembayaran apa yang boleh dipergunakan di Indonesia. BI juga menentukan standar alat-alat pembayaran tadi serta pihak-pihak yang dapat menerbitkan dan/atau memproses alat-alat pembayaran tersebut. BI juga berhak menetapkan lembaga-lembaga yang dapat menyelenggarakan sistem pembayaran. Ambil contoh, sistem kliring atau transfer dana, baik suatu sistem utuh atau hanya bagian dari sistem saja. Bank sentral juga memiliki kewenangan menunjuk lembaga yang bisa menyelenggarakan sistem settlement. Pada akhirnya BI juga mesti menetapkan kebijakan terkait pengendalian risiko, efisiensi serta tata kelola (governance) SPN.

Di sisi alat pembayaran tunai, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran. Terkait dengan peran BI dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang, Bank Indonesia senantiasa berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat baik dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar (clean money policy). Untuk mewujudkan clean money policy tersebut, pengelolaan pengedaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia dilakukan mulai dari pengeluaran uang, pengedaran uang, pencabutan dan penarikan uang sampai dengan pemusnahan uang.

Sebelum melakukan pengeluaran uang Rupiah, terlebih dahulu dilakukan perencanaan agar uang yang dikeluarkan memiliki kualitas yang baik sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Perencanaan yang dilakukan Bank Indonesia meliputi perencanaan pengeluaran emisi baru dengan mempertimbangkan tingkat pemalsuan, nilai intrinsik serta masa edar uang. Selain itu dilakukan pula perencanaan terhadap jumlah serta komposisi pecahan uang yang akan dicetak selama satu tahun kedepan. Berdasarkan perencanaan tersebut kemudian dilakukan pengadaan uang baik untuk pengeluaran uang emisi baru maupun pencetakan rutin terhadap uang emisi lama yang telah dikeluarkan.

Uang Rupiah yang telah dikeluarkan tadi kemudian didistribusikan atau diedarkan di seluruh wilayah melalui Kantor Bank Indonesia. Kebutuhan uang Rupiah di setiap kantor Bank Indonesia didasarkan pada jumlah persediaan, keperluan pembayaran, penukaran dan penggantian uang selama jangka waktu tertentu. Kegitan distribusi dilakukan melalui sarana angkutan darat, laut dan udara. Untuk menjamin keamanan jalur distribusi senantiasa dilakukan baik melalui pengawalan yang memadai maupun dengan peningkatan sarana sistem monitoring.

Kegiatan pengedaran uang juga dilakukan melalui pelayanan kas kepada bank umum maupun masyarakat umum. Layanan kas kepada bank umum dilakukan melalui penerimaan setoran dan pembayaran uang Rupiah. Sedangkan kepada masyarakat dilakukan melalui penukaran secara langsung melalui loket-loket penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia atau melalui kerjasama dengan perusahaan yang menyediakan jasa penukaran uang kecil.

Lebih lanjut, kegiatan pengelolaan uang Rupiah yang dilakukan Bank Indonesia adalah pencabutan uang terhadap suatu pecahan dengan tahun emisi tertentu yang tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Pencabutan uang dari peredaran dimaksudkan untuk mencegah dan meminimalisasi peredaran uang palsu serta menyederhanakan komposisi dan emisi pecahan. Uang Rupiah yang dicabut tersebut dapat ditarik dengan cara menukarkan ke Bank Indonesia atau pihak lain yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia.

Sementara itu untuk menjaga menjaga kualitas uang Rupiah dalam kondisi yang layak edar di masyarakat, Bank Indonesia melakukan kegiatan pemusnahan uang. Uang yang dimusnahkan tersebut adalah uang yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran, uang hasil cetak kurang sempurna dan uang yang sudah tidak layak edar. Kegiatan pemusnahan uang diatur melalui prosedur dan dilaksanakan oleh jasa pihak ketiga yang dengan pengawasan oleh tim Bank Indonesia (BI).

Sekian dan terima kasih

Pengertian BankPengertian Bank – Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dibawah ini akan kami jabarkan  Daftar Bank Indonesia .

Pembagian dan Pengertian Bank yang ada di Indonesia terbagi menjadi :

1. Bank sentral : Bank Indonesia

Bank umum konvensional

2. Bank Pemerintah

Pengertian Bank pemerintah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Berikut ini adalah daftar bank pemerintah, yaitu:

  1. Bank Mandiri (sebelum 1998 adalah Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Pembangunan Indonesia)
  2. Bank Negara Indonesia / BNI
  3. Bank Rakyat Indonesia / BRI
  4. Bank Tabungan Negara / BTN

3. Bank swasta

Pengertian Bank swasta adalah bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional.

Bank swasta dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Bank swasta nasional devisa adalah Bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pihak swasta non asing dan dapat melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Contohnya  :

  • Bank Agroniaga, Tbk.
  • Bank Antardaerah
  • Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
  • Bank BNI Syariah
  • Bank Bukopin, Tbk
  • Bank Bumi Arta, Tbk
  • Bank Central Asia Tbk.(BCA)
  • Bank Cimb Niaga, Tbk
  • Bank Danamon Indonesia Tbk
  • Bank Ekonomi Raharja, Tbk
  • Bank Ganesha
  • Bank Hana
  • Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk
  • Bank ICB Bumiputera Tbk
  • Bank ICBC Indonesia
  • Bank Index Selindo
  • Bank Internasional Indonesia Tbk
  • Bank Maspion Indonesia
  • Bank Mayapada International Tbk
  • Bank Mega, Tbk
  • Bank Mestika Dharma
  • Bank Metro Express
  • Bank Muamalat Indonesia
  • Bank Mutiara, Tbk
  • Bank Nusantara Parahyangan,Tbk
  • Bank OCBC NISP, Tbk
  • Bank Of India Indonesia, Tbk
  • Bank Permata Tbk
  • Bank SBI Indonesia
  • Bank Sinarmas, Tbk
  • Bank Syariah Mandiri
  • Bank Syariah Mega Indonesia
  • Bank UOB Indonesia (Dahulu Uob Buana)
  • Pan Indonesia Bank, Tbk
  • QNB Bank Kesawan Tbk

2. Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa adalah Bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pihak swasta non asing dan tidak melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Contohnya :

  • Anglomas Internasional Bank
  • Bank Andara
  • Bank Artos Indonesia
  • Bank Bca Syariah
  • Bank Bisnis Internasional
  • Bank Bri Syariah
  • Bank Fama Internasional
  • Bank Harda Internasional
  • Bank Ina Perdana
  • Bank Jabar Banten Syariah
  • Bank Jasa Jakarta
  • Bank Kesejahteraan Ekonomi
  • Bank Mayora
  • Bank Mitraniaga
  • Bank Multi Arta Sentosa
  • Bank Panin Syariah
  • Bank Pundi Indonesia, Tbk
  • Bank Royal Indonesia
  • Bank Sahabat Purba Danarta
  • Bank Sahabat Sampoerna
  • Bank Sinar Harapan Bali
  • Bank Syariah Bukopin
  • Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk
  • Bank Victoria International, Tbk
  • Bank Victoria Syariah
  • Bank Yudha Bhakti
  • Centratama Nasional Bank
  • Liman International Bank
  • Nationalnobu
  • Prima Master Bank

3. Bank Campuran adalah Bank Umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih Bank Umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

Contohnya :

  • Bank Commonwealth
  • Bank Agris
  • Bank ANZ Indonesia
  • Bank BNP Paribas Indonesia
  • Bank Capital Indonesia, Tbk
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank KEB Indonesia
  • Bank Maybank Syariah Indonesia
  • Bank Mizuho Indonesia
  • Bank Rabobank International Indonesia
  • Bank Resona Perdania
  • Bank Windu Kentjana International, Tbk
  • Bank Woori Indonesia
  • Bank China Trust Indonesia
  • Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

4. Bank pembangunan daerah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi.

Contohnya :

  • Bank BPD Aceh (Banda Aceh)
  • Bank Sumut (Medan)
  • Bank Nagari (Padang)
  • Bank Riau Kepri (Pekanbaru), dahulu dikenal sebagai Bank Riau
  • Bank Jambi (Jambi)
  • Bank Bengkulu (Kota Bengkulu)
  • Bank Sumsel Babel (Palembang), dahulu dikenal sebagai Bank Sumsel
  • Bank Lampung (Bandar Lampung)
  • Bank DKI (Jakarta)
  • Bank BJB (Bandung), dahulu dikenal sebagai Bank Jabar atau Bank Jabar Banten atau BPD Jawa Barat.
  • Bank Jateng (Semarang)
  • Bank BPD DIY (Yogyakarta)
  • Bank Jatim (Surabaya)
  • Bank Kalbar (Pontianak)
  • Bank Kalteng (Palangka Raya)
  • Bank Kalsel (Banjarmasin)
  • Bank Kaltim (Samarinda)
  • Bank Sulsel (Makassar)
  • Bank Sultra (Kendari)
  • Bank BPD Sulteng (Palu)
  • Bank Sulut (Manado)
  • Bank BPD Bali (Denpasar)
  • Bank NTB (Mataram)
  • Bank NTT (Kupang)
  • Bank Maluku (Ambon)
  • Bank Papua (Jayapura), dahulu dikenal sebagai BPD Irian Jaya

4. Bank Asing adalah bank yang keseluruhan modalnya berasal luar negeri.

Contohnya :

  • Bank of America
  • Bangkok Bank
  • Bank of China
  • Citibank
  • Deutsche Bank
  • HSBC
  • JPMorgan Chase
  • Standard Chartered
  • The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ

Bank umum syariah

1. Bank swasta nasional devisa

Contohnya :

  • Bank BNI Syariah
  • Bank Mega Syariah
  • Bank Muamalat Indonesia
  • Bank Syariah Mandiri

2.  Bank swasta Nasional nondevisa

Contohnya :

  • BCA Syariah, dahulu bernama “Bank UIB”
  • Bank BJB Syariah
  • Bank BRI Syariah, dahulu bernama “Bank Jasa Arta”
  • Panin Bank Syariah, dahulu bernama “Bank Harfa”
  • Bank Syariah Bukopin, dahulu bernama “Bank Persyarikatan Indonesia”
  • Bank Victoria Syariah, dahulu bernama “Bank Swaguna”
  • BTPN Syariah, dahulu bernama “Bank Sahabat Purba Danarta”

3. Bank campuran

Contohnya :

  • Bank Maybank Syariah Indonesia, dahulu bernama “Bank Maybank Indocorp”
  • Bank of Amerika (Bofa)

Unit usaha syariah bank umum konvensional

1. Bank pemerintah

Contohnya :

  • Bank BTN Syariah

2. Bank swasta nasional devisa

Contohnya :

  • Bank Danamon Syariah
  • CIMB Niaga Syariah
  • BII Syariah
  • OCBC NISP Syariah
  • Bank Permata Syariah

3. Bank pembangunan daerah

Contohnya :

  • Bank Nagari Syariah
  • Bank BPD Aceh Syariah
  • Bank DKI Syariah
  • Bank Kalbar Syariah
  • Bank Kalsel Syariah
  • Bank NTB Syariah
  • Bank Riau Kepri Syariah
  • Bank Sumsel Babel Syariah
  • Bank Sumut Syariah
  • Bank Kaltim Syariah

4. Bank Asing

Contohnya :

Bank HSCB Amanah layanannya ditutup oleh Indonesia

5. Bank perkreditan rakyat

Pengertian Bank BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Per tanggal 18 Desember 2011, terdapat 1.683 BPR yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia