Daftar Bank Indonesia

BEBERAPA KEBIASAAN BURUK YANG BUAT TAGIHAN LISTRIK BENGKAK

Beberapa kebiasaan di rumah yang buat tagihan listrik bengkak karena arus listrik tetap berjalan saat alat elektronik menyala, sehingga kita atur untuk mengurangi tagihan listrik yang membengkak.

1. Membiarkan Lampu Menyala Setiap Saat

Pemakaian lampu yang berlebihan sering ditemukan di banyak rumah, baik itu rumah yang memiliki intensitas cahaya yang redup maupun cukup terang. Padahal bila matahari sudah mulai muncul, sebenarnya tidak perlu lagi menyalakan lampu, sebab cahaya yang masuk ke dalam rumah sudah cukup menerangi ruangan.

Sadar atau tidak, hal ini akan membuat tagihan listrik membengkak karena arus listrik tetap berjalan saat arus listrik menyala. Daripada tagihan listrik membengkak, gunakan lampu saat diperlukan saja. Matikan lampu di siang hari atau setiap kali bepergian supaya lebih hemat energi.

2. Tidak Mencabut Colokan Listrik

Alat-alat dapur, seperti rice cooker, kulkas, dispenser, atau mesin pembuat kopi dan sebagainya menyebabkan tagihan listrik membengkak. Sebab, alat-alat dapur menyerap daya listrik yang cukup besar kalau dibiarkan menyala terus-menerus. Alangkah baiknya jika rice cooker, dispenser atau alat dapur lain dicabut colokan listriknya saat tidak digunakan lagi. Dengan begitu, setidaknya akan mengurangi tagihan listrik yang membengkak.

3. Buka Tutup Kulkas Setiap Saat

Sehabis belanja mingguan atau bulanan, kita sering menyimpan bahan makanan di kulkas supaya kondisinya tetap segar dan awet. Kebiasaan membuka kulkas terlalu lama atau seringnya membuka kulkas akan membuat tagihan listrik membengkak.

Untuk itu, bila Anda ingin mengambil sesuatu dari kulkas, ambil semua yang diperlukan saat itu juga sekaligus agar mengurangi sering membuka dan menutup kulkas. Sehingga tagihan listrik pun tetap aman terkendali.

4. Menyalakan AC ke Suhu yang Terlalu Rendah

Pendingin ruangan atau AC menjadi penyebab utama pembengkakan tagihan listrik karena arus listrik yang dibutuhkan untuk AC lebih besar dibandingkan arus listrik alat rumah tangga lainnya. Satu unit AC membutuhkan arus 800 watt, bahkan ada yang mencapai 1000 watt. Bisa dibayangkan kalau rumah Anda memiliki 2 unit AC, maka watt yang disedot pun akan semakin besar, tagihan untuk membayar AC pun semakin besar.

Agar tagihan listrik tidak membengkak, tak ada salahnya gunakan AC saat benar-benar dibutuhkan saja. Pastikan tetapkan suhu normal yaitu 22 derajat Celsius. Dengan penyetelan yang tepat, arus listrik yang dipakai pun lebih sedikit. Sedangkan penyetelan di bawah suhu 22 derajat Celcius atau semakin rendah akan membuat mesin AC bekerja lebih keras untuk menyejukkan suhu ruangan.

5. Pemakaian Lampu Pijar Bukan Lampu LED

Satu unit rumah biasanya dilengkapi dengan 6 buah lampu pijar, bahkan bisa lebih untuk memberikan penerangan maksimal di setiap sudut rumah. Penggunaan lampu pijar membuat tagihan listrik membengkak karena arus listrik yang dipakai lebih besar. Supaya lebih hemat, gantilah lampu pijar dengan lampu LED yang bisa menghemat listrik sampai 90% persen. Intensitas cahaya lampu LED juga tidak kalah terangnya dengan lampu pijar. Anda bisa mendapatkan lampu LED di toko listrik atau perabotan dengan harga yang cukup terjangkau juga.

FAKTA MENARIK SEPUTAR E-MONEY

Fakta Menarik Seputar E-Money – Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menjalankan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Gerakan ini dimaksudkan untuk mengalihkan penggunaan uang tunai dalam segala lini pembayaran ke penggunaan uang elektronik. Hal senada juga disuarakan oleh Presiden Jokowi yang ingin meningkatkan penggunaan uang elektronik di Indonesia.

Uang elektronik sebenarnya bukanlah barang baru, kemunculannya di tanah air dimulai pada 2007. Namun baru belakangan ini penggunaanya digembar-gemborkan. Di masyarakat sendiri penggunaannya sudah menjamur di sekitar kita. Lalu, apakah Anda sendiri sudah familier dengan uang elektronik (e-money)? Apa belum tau sama sekali cara penggunaannya?

Untuk itu Cermati.com melakukan survey penggunaan e-money untuk mengkaji lebih lanjut fenomena penggunaan e-money di masyarakat. Dari 17.587 responden yang ada, apa saja fakta menarik seputar e-money di Indonesia? Simak ulasannya berikut.

“Bisa karena terbiasa, terbiasa karena dipaksa”. Mungkin itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan penggunaan uang elektronik di Indonesia. Berawal dari peraturan penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tiket Kereta Rangkaian Listrik (KRL) atau dikenal juga dengan nama commuter line pada Juni 2013 hingga penetapan pembayaran tol nontunai pada 31 Oktober 2017 silam, pemerintah seakan memaksa penggunaan e-money di berbagai lini umum agar masyarakat terbiasa.

Di tahun yang sama, 2013, sektor transportasi andalan ibukota, Transjakarta, juga dikenakan peraturan yang sama. Yaitu penggunaan uang elektronik untuk membayar ongkosnya. Akan tetapi, hal tersebut belum terlalu ketat karena penumpang masih bisa membeli tiket harian (tiket kertas) untuk sekali perjalanan.

Baru pada pertengahan tahun selanjutnya lah, 2014, seluruh pembayaran ongkos Transjakarta diwajibkan menggunakan uang elektronik. Aturan ini disusul dengan peraturan pembayaran parkir di stasiun-stasiun KRL wajib menggunakan e-money pada Oktober 2014. Hal tersebut dirasa baik karena nantinya masyarakat akan terbiasa menggunakan uang elektronik yang dinilai lebih praktis penggunaannya.

Cara Gampang Cek Saldo Rekening Bank Mega

Cara Cek Saldo Rekening Bank Mega, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pemegang rekening untuk mengetahuinya. Berikut metode yang bisa dilakukan:

1. Cek Saldo Bank Mega via ATM

Melakukan cek saldo Bank Mega melalui mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) menjadi cara yang cukup mudah ketika berada di dekat mesin ATM. Karena tidak perlu pulsa internet. Bagaimana caranya?

  • Masukkan kartu ATM Bank Mega ke slot yang tersedia di mesin ATM
  • Ketikkan nomor PIN ATM Bank Mega Anda
  • Pilih menu cek saldo yang tertera pada layer
  • Setelah itu, Anda bisa mengetahui jumlah saldo Bank Mega yang muncul di layer mesin ATM

2. Cek Saldo Bank Mega di Buku Tabungan

Selain menggunakan kartu ATM, cek saldo Bank Mega juga bisa dilakukan dengan buku tabungan. Caranya adalah:

  • Datang ke kantor cabang Bank Mega atau ke mesin ATM nontunai Bank mega yang menyediakan cetak (print) saldo di buku tabungan
  • Bawa serta buku tabungan Bank Mega
  • Jangan lupa bawa kartu KTP
  • Sesampainya di kantor cabang Bank Mega, ambil antrian untuk layanan customer service
  • Sampaikan ke customer service bahwa Anda ingin print (cetak) saldo di buku tabungan
  • Setelah itu, Anda bisa melihat berbagai transaksi dan saldo Anda akan tercetak di buku tabungan

3. Cek Saldo Bank Mega Mobile

Layanan cek saldo yang satu ini sangat tepat bagi Anda yang selalu ingin layanan praktis dan nyaman serta cepat. Bank Mega Mobil ini ada di aplikasi di smartphone (ponsel).

Dengan aplikasi Bank Mega Mobile ini, Anda bisa melakukan transaksi keuangan termasuk cek saldo. Berikut langkah mengaktifkan layanan Mega Mobile untuk cek saldo:

  • Kunjungi mesin ATM Bank Mega terdekat
  • Masukkan kartu ATM Bank Mega ke slot yang tersedia di mesin ATM
  • Ketikkan nomor PIN ATM Anda
  • Pilih menu Mobile Banking yang tersedia di layar mesin ATM, dan selesaikan registrasi dengan cara mengikuti instruksi pada layar ATM
  • Pastikan proses registrasi Anda selesai dengan sempurna dan terverifikasi yang terkirim ke ponsel Anda

Setelah Anda selesai melakukan registrasi Mega Mobile di mesin ATM Bank Mega, maka anda bisa lanjutkan untuk cek saldo di ponsel Anda, caranya adalah:

  • Download (unduh) aplikasi Mega Mobile di smartphone
  • Aplikasi Mega Mobile bisa diunduh di Apps Store atau Play Store
  • Setelah aplikasi terpasang, Anda bisa melakukan semua transaksi termasuk cek saldo

4. Cek Saldo melalui Mega Internet

Buat Anda yang terbiasa menggunakan berbagai layanan online, maka fitur yang satu ini akan sangat tepat dan sesuai untuk Anda jadikan pilihan. Anda bisa menggunakan layanan Mega Internet untuk berbagai transaksi keuangan di rekening, termasuk cek saldo.

Berikut langkah mudah cara cek saldo melalui layanan Mega Internet:

Registrasi
Proses registrasi layanan Mega Internet bisa dilakukan melalui mesin ATM Bank Mega, dengan langkah-langkah:

  • Masukkan kartu ATM Bank Mega ke slot yang terdapat pada mesin ATM
  • Ketikkan nomor PIN ATM Anda
  • Pilih menu Mega Internet
  • Lanjutkan dengan memilih menu registrasi
  • Anda bisa melanjutkan registrasi ini dengan mengikuti petunjuk yang ada di layar mesin ATM
  • Pastikan proses registrasi Anda berjalan dengan baik dan lengkap, sehingga layanan Mega Internet tersebut terverifikasi dengan baik
  • Selain menggunakan layanan ATM, proses registrasi ini juga bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi situr resmi Bank Mega di www.bankmega.com dan mengikuti langkah-langkah yang diperlukan.

Aktifkan Mega Internet
Setelah proses registrasi tersebut selesai dengan baik, berikutnya Anda harus mengaktifkan Mega Internet tersebut, caranya:

  • Kunjungi website atau situs resmi Bank Mega
  • Masuk ke halaman utama Mega Internet Banking yang terdapat pada sisi kiri
  • Lalu pilih menu ‘Informasi rekening’ yang terdapat pada laman tersebut
  • Dan klik cek saldo

Cara Cepat Blokir Atm Bca Yang Hilang Via Ibanking

Cara Blokir Atm Bca Yang Hilang Via Ibanking – Kehilangan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) memang bikin siapa pun pasti kebakaran jenggot. Terlebih lagi bila ternyata nomor PIN (Personal Identification Number) yang digunakan tidak acak atau menggunakan rangkaian tanggal lahir.

Bayang-bayang uang bisa saja habis terkuras oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan peluang pun melintas di benak. Nah, jangan tunggu lama-lama lagi, segeralah memblokir kartu ATM yang hilang itu. Ada banyak cara untuk memblokir kartu ATM yang hilang, mulai dari menghubungi call center bank penerbit kartu ATM, internet banking, dan mobile banking.

Nah, bagi Anda pengguna kartu ATM BCA, ada beberapa cara memblokirnya, seperti dengan menghubungi Halo BCA di 1500888 yang beroperasi 24 jam, melalui Mobile Banking BCA, atau dengan Internet Banking BCA. Bagi Anda yang ingin memblokirnya melalui internet banking, tidak perlu bingung dan merasa repot. Karena Anda bisa memblokir ATM BCA itu cukup dengan ponsel atau komputer pribadi saja.

Cara ini terbilang sangat mudah, apalagi bila Anda memang sudah terbiasa menggunakan layanan perbankan melalui internet banking. Jadi, internet banking ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk melakukan berbagai transaksi perbankan, namun juga bisa digunakan untuk memblokir kartu ATM yang hilang.

Cara Blokir Kartu ATM BCA Melalui Internet Bangking di Ponsel:
– Buka aplikasi BCA Mobile
– Pilih “KlikBCA”
– Kemudian klik “Full Site” di bagian sebelah kolom LOGIN
– Setelah itu masukkan “USER ID” dan nomor “PIN” Internet Banking Anda
– Klik “LOGIN”
– Lalu pilih dan klik “Administrasi” di bagian pojok kiri bawah
– Berikutnya akan muncul pilihan “Bokir Kartu ATM” di bagian pojok kiri bawah
– Masukkan “Tanggal Lahir Anda” sebagai verifikasi keamanan
– Tunggu beberapa saat hingga muncul informasi bahwa Blokir Kartu ATM Selesai Diproses

Cara Blokir Kartu ATM BCA Melalui Internet Bangking di Komputer/Tablet:
– Buka situs resmi BCA di https://ibank.klikbca.com
– Ketik “User ID” dan nomor “PIN” di kolom tersedia
– Klik “LOGIN”
– Pilih dan klik “Administrasi”
– Berikutnya pilih “Blokir Kartu ATM”
– Masukkan “Tanggal Lahir Anda” sebagai verifikasi keamanan
– Beberapa saat kemudian akan muncul informasi bahwa Blokir Kartu ATM Selesai Diproses

Baca juga 3 HAL WAJIB DI WASPADAI KARNA SERING PAKAI DEBIT

Investasi Butuh Waktu, Yuk Simak Caranya

Investasi Butuh Waktu – Kini, investasi mulai menjadi sebuah tren yang ramai dilirik oleh banyak orang. Semakin hari semakin banyak pula masyarakat yang mengerti akan manfaat dan pentingnya untuk mulai berinvestasi. Walau belum setenar tabungan ataupun deposito, namun investasi sering dianggap menjadi aktivitas yang lebih menguntungkan.

Akan tetapi, bagi sebagian orang investasi kurang diminati karena memang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk memperoleh keuntungan yang menjanjikan. Untuk itu, ayo simak 4 alasan tentang pentingnya waktu dalam berinvestasi berikut ini:

1. Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi adalah Sekarang
Tidak ada pernah kata terlambat untuk memulai berinvestasi. Untuk menuai hasil yang optimal di masa mendatang, Anda harusnya memulai investasi sejak dini, dan sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang agar membuahkan hasil yang lebih besar pula. Investasi tidaklah mengenal status, umur, gaji, atau pengetahuan dalam berinvestasi.

Anda kini bisa dengan mudah mempelajari cara berinvestasi secara otodidak melalui teknologi dalam genggaman. Mulailah investasi sejak sekarang jika tak ingin menyesal di hari depan.

2. Apa Tujuan Investasi Anda?
Anda mungkin sering bertanya-tanya jumlah yang harus disisihkan untuk berinvestasi. Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu Anda harus tahu apa tujuan yang ingin dicapai dengan berinvestasi.

Adapun tujuan dari berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan di masa depan atas harta yang dimiliki. Maka, semakin besar nominal yang ingin diraih dari investasi, tentunya lebih lama pula jangka waktu yang dibutuhkan.

Anda berhak memilih seberapa lama Anda akan menikmati hasil investasi dengan memilih investasi berdasarkan jangka waktunya yaitu jangka pendek, jangka menengah, ataupun jangka panjang.

3. Cermat Memilih Instrumen Investasi
Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, Anda wajib memilih jenis instrumen investasi yang akan dijalankan. Instrumen yang dipilih tentunya akan mempengaruhi jangka waktu untuk mencapai target dan tujuan. Sebelum memilih instrumen investasi, pastikan Anda benar-benar mengenal instrumen yang dipilih, seperti jangka waktu, risk and return,serta cara pengelolaannya.

4. Jangka Panjang, Jangka Waktu Terbaik
Banyak yang beranggapan bahwa investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang paling potensial dan menguntungkan. Namun, Anda harus mengingat semakin besar potensi keuntungan ataupun return, maka semakin tinggi pula risiko yang mungkin terjadi.

Selain itu, tentunya, untuk berinvestasi jangka panjang dibutuhkan waktu tidak sedikit dan harus banyak bersabar. Oleh karena itu, kesabaran adalah salah satu syarat yang wajib dimiliki oleh seorang investor.