Penting Nya Npwp Saat Pengajuan Kredit

Npwp Saat Pengajuan Kredit – Mungkin Anda pernah mendengar pengajuan kredit ke bank rekan Anda ditolak. Lalu, apa sih permasalahannya? Ada banyak banyak faktor tentunya yang membuat pengajuan kredit ke bank itu ditolak. Salah satunya yang paling sederhana namun terkadang tidak disadari, yakni kepemilikan NPWP (Nomot Pokok Wajib Pajak).

Kendati status orang tersebut bersih alias tidak masuk dalam kategori blacklist di BI checking, namun hanya karena tidak memiliki NPWP, tetap saja pengajuan pinjaman ke bank gagal juga. Untuk itu, penuhi semua persyaratan yang dibutuhkan agar upaya Anda untuk mengajukan kredit di bank tidak ada kendala.

Mungkin sebagian orang menanyakan kenapa NPWP ini begitu penting? Yup, keberadaan NPWP bagi setiap orang khususnya yang sudah memiliki penghasilan sendiri ini sangat penting. Sebab, hal ini terkait dengan kepatuhan seseorang terhadap kewajibannya membayar pajak.

Sebagai individu yang taat pajak, status tersebut bisa dibuktikan dengan kepemilikan NPWP di tangan. Bisa dibilang, keberadaan NPWP tak beda dengan kepemilikan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Bila Anda tidak memiliki KTP, maka dalam mengurus segala sesuatunya juga tidak akan bisa berjalan lancar dan memperoleh apa yang dibutuhkan.

Sebab, semua administrasi di sebuah institusi nyaris selalu dibutuhkan adanya yang namanya identitas diri tersebut. Dengan KTP, maka informasi yang diperlukan mengenai diri Anda bisa diketahui. Hal ini tak ubahnya dengan NPWP, yang keberadaannya juga diperlukan sebagai cerminan dari diri bahwa Anda adalah warga negara yang baik.

Satu hal lagi, kewajiban memiliki NPWP dan membayar pajak juga telah diatur dalam UU No.28/2007 Pasal 39 Ayat 1, bahwa untuk warga negara Indonesia yang tidak membayar pajak akan dikenakan paling sedikit penjara 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Selain itu, juga ada penerapan denda paling sedikit hingga dua kali lipat bagi mereka yang belum membayar kewajibannya tersebut.

Bicara mengenai pentingnya NPWP, bukan hanya berurusan dengan pihak perbankan, tapi wajib memiliki NPWP juga sebagai syarat untuk mengajukan berbagai dokumen yang dibutuhkan seperti pembuatan paspor, dan sebagainya. Apalagi bila Anda butuh dana cepat dari bank, syaratnya pasti melampirkan NPWP.

Lalu, Apa Kaitannya NPWP dengan Bank?

Ya, antara kepemilikan NPWP dengan administrasi perbankan tentunya sangat berkaitan erat. Karena hal ini sebagai salah satu acuan juga apakah sebagai individu, Anda bisa memenuhi tanggung jawab dan kewajiban dengan baik dan benar.

Gambaran sederhananya adalah tanpa dengan memiliki NPWP, maka pihak bank juga akan melihat seperti apa sosok pribadi Anda. Jika NPWP saja tidak punya, bagaimana bank percaya akan kemampuan Anda untuk membayar tagihan kredit nantinya?

Selain itu, kewajiban melampirkan NPWP juga sebagai bentuk kepatuhan perbankan yang telah diatur oleh pemerintah. Artinya, bila bank meloloskan berbagai urusan dengan nasabah yang tidak memiliki NPWP, maka bank tersebut juga menyalahi aturan yang ada. Tentu, bank juga tidak mau mengambil risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

Baca juga HINDARI KESALAHAN PENGGUNAAN KARTU KREDIT

Perbedaan Dasar Bank Umum Dan Bpr

Perbedaan Bank Umum Dan Bpr – Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha bank umum salah satunya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan deposito, tabungan berjangka, sertifikat deposito, tabungan biasa, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

1. Tugas Bank Umum

  • Pemberian kredit
  • Menghimpun dana yang berasal dari masyarakat berbentuk simpanan
  • Menerbitkan surat atas pengakuan hutang
  • Menjual, membeli dan juga menjamin risiko sendiri berdasarkan kepentingan nasabah maupun perintah dari nasabahnya itu sendiri, meliputi surat pengakuan hutang, surat-surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, kertas perbendaharaan negara, obligasi, surat dagang yang berjangka, beserta surat berharga yang lainnya.
  • Meminjamkan dana, meminjam atau menempatkan dana, entah itu memakai sarana telekomunikasi, memakai surat atau wesel.
  • Menerima pembayaran atas tagihan surat berharga
  • Menyediakan tempat penyimpanan surat berharga dan barang
  • Melakukan utang piutang
  • Melakukan kegiatan valuta asing
  • Melakukan kegiatan dalam hal penyertaan modal bank maupun perusahaan lain
  • Bertindak sebagai pengurus dan pendiri dana pensiun berdasarkan peraturan undang-undang.

2. Tugas Bank Pengkreditan Rakyat

  • Memberikan kredit
  • Menghimpun dana masyarakat berupa tabungan, deposito berjangka ataupun lainnya yang serupa.
  • Menawarkan penempatan dana dan pembiayaan melalui prinsip syariah, berdasarkan ketetapan dari Bank Indonesia.
  • Menempatkan dananya berbentuk Sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, tabungan bank lain, dan deposito berjangka.

3. Larangan Bank Pengkreditan Rakyat

  • Melaksanakan usaha asuransi
  • Melaksanakan penyertaan modal
  • Melaksanakan aktivitas usaha berbentuk valuta asing
  • Menerima simpanan berbentuk giro
  • Ikut serta menjalankan lalu lintas pembayaran

4. Hal yang Harus Diperhatikan oleh Bank Perkreditan Rakyat

  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi utangnya sesuai dengan perjanjian.
  • Dalam memberikan kredit, BPR juga wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada peminjam atau sekelompok peminjam yang terkait, termasuk kepada perusahaan-perusahaan dalam kelompok yang sama dengan BPR tersebut. Batas maksimum dalam hal tersebut sendiri tidak melebihi 30% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya, serta perusahaan-perusahaan yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya. Batas maksimum tersebut tidak melebihi 10% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

Kirim Uang Antar Negara Via Bank

Kirim Uang Antar Negara Via Bank – Berbagai kepentingan dan juga kebutuhan seringkali membuat kita harus melakukan transaksi keuangan antar negara. Saat ini pengiriman uang ke luar negeri bukan lagi sebuah hal yang sulit untuk dilakukan karena ada banyak layanan pengiriman uang yang bisa kita gunakan.

Salah satunya dengan menggunakan layanan perbankan. Hal ini tentu akan berbeda dengan pengiriman uang sesama bank atau antar bank yang berada di dalam negeri, karena bank akan memiliki sejumlah aturan dan juga kebijakan tersendiri mengenai pengiriman uang ke luar negeri.

Meski begitu, pengiriman uang ke luar negeri bukan lagi hal yang sulit untuk dilakukan, karena hampir seluruh bank yang ada di Indonesia menyediakan layanan ini. Jadi dengan mudah kita bisa melakukannya melalui bank yang kita percaya. Ada beberapa hal yang wajib kita ketahui mengenai pengiriman uang ke luar negeri, beberapa di antaranya:

  • Jangkauan bank yang akan kita gunakan, bisa saja bank tidak memiliki area pengiriman pada negara tertentu yang menjadi tujuan pengiriman kita.
  • Mata uang yang digunakan oleh pihak bank. Bank mungkin akan memiliki kebijakan masing-masing mengenai hal ini, beberapa di antaranya hanya menggunakan mata uang dari negara tertentu saja, sehingga kita tidak bisa menggunakan mata uang lokal di negara tujuan pengiriman.
  • Kurs yang digunakan pada saat pengiriman.
  • Besaran biaya pengiriman yang ditarik oleh bank, jumlah ini tergolong cukup tinggi, sehingga akan sangat baik jika kita mempertimbangkannnya sejak awal. Jumlah ini akan berbeda pada masing-masing bank, tergantung pada kebijakan yang mereka gunakan.

Ketika mengirim uang ke luar negeri, tentu kita wajib mempertimbangkan layanan bank yang paling bisa dipercaya. Hal ini akan menjadi jaminan bagi lancarnya pengiriman uang yang akan kita lakukan.

Pastikan kita menggunakan layanan pengiriman dari bank yang memiliki reputasi serta kredibilitas yang baik, sehingga pengiriman uang yang kita lakukan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Perbedaan Cek Dan Giro Dapat Di Cek Disni

Perbedaan Cek dan Giro : Meskipun terlihat sama, cek dan giro memiliki beberapa perbedaan di dalamnya. Beberapa di antaranya seperti.

1. Tanggal Efektif dan Tanggal Terbit : Berdasarkan tanggal terbitnya, cek dan giro memiliki ketentuan yang berbeda. Cek tidak memiliki perbedaan antara tanggal terbit dan tanggal efektif. Dengan begitu, sejumlah dana yang terdapat di dalam cek bisa saja langsung dicairkan sesaat setelah cek tersebut diterbitkan.

Hal ini berbeda dengan ketentuan yang terdapat di dalam bilyet giro. Sebab tanggal efektif dan tanggal terbitnya bisa saja berbeda. Yang dimaksud dengan tanggal efektif pada bilyet giro adalah tanggal sejumlah dana tersebut dapat dipindahtangankan kepada orang yang dituju. Sementara tanggal terbit di dalam bilyet giro adalah tanggal pada saat giro tersebut diterbitkan pemiliknya. Dalam hal ini, bisa saja sejumlah dana yang tertera di dalam giro tersebut belum tersedia/belum bisa dipindahbukukan ke rekening penerimanya.

2. Tanggal Jatuh Tempo : Cek tunai tidak mengenal tanggal jatuh tempo. Sejumlah dana yang tertera pada cek tersebut bisa langsung diuangkan sesaat setelah cek tersebut diterbitkan. Dengan kata lain, sejumlah dana tersebut telah tersedia dan bisa langsung diuangkan penerimanya.

Sementara giro memiliki tanggal jatuh tempo dan hal ini menjadi salah satu hal yang penting sekali untuk dicermati penerima giro. Sejumlah dana yang terdapat di dalam giro tersebut tidak bisa dipindahbukukan ke rekening penerima sebelum tanggal jatuh tempo tiba. Artinya, sejumlah dana tersebut bisa saja belum tersedia ketika giro tersebut diterbitkan.

3. Pencairan Dana : Cek setara dengan dana tunai. Yang berarti sejumlah dana di dalamnya bisa langsung dicairkan/diuangkan ke bank yang tertera di dalam cek tersebut. Sementara pencairan giro harus melalui proses pemindahbukuan. Di mana sejumlah dana tersebut akan dipindahbukukan terlebih dahulu ke rekening penerima. Lalu bisa dicairkan atau ditarik penerima yang bersangkutan.

Cermati Alat pembayaran yang Praktis bagi Anda

Penggunaan cek dan giro tentu akan sangat membantu dalam melakukan berbagai pembayaran dan juga transaksi keuangan lainnya. Hal ini memberi kemudahan dalam menyelesaikan berbagai urusan keuangan. Di dalam penggunaannya, cek dan giro memiliki kelebihan masing-masing. Keduanya akan memberi manfaat maksimal jika kita gunakan sesuai kebutuhan transaksi pembayaran yang kita perlukan.

Atm Terblokir? Inilah Cara Mudah Membukanya

Atm Terblokir – Ketika pengguna memasukkan PIN yang salah sebanyak tiga kali sampai akhirnya kartu ATM terblokir, ada kemungkinan kartu ATM tersebut masih bisa diaktifkan langsung melalui sambungan ke call center bank yang bersangkutan. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan jika ternyata pengguna masih mengingat atau bisa mengingat kembali PIN kartu ATM-nya.

Pada dasarnya, proses ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana langkahnya? Berikut ini uraiannya.

  • Siapkan data diri atau setidaknya nomor rekening dan nomor kartu ATM yang terblokir tersebut. Sebab pihak bank akan menanyakan hal ini sebagai syarat untuk membuka data yang tersimpan di dalam sistem mereka. Ini juga akan menjadi bukti verifikasi bahwa si penelepon benar-benar orang yang memiliki dan berhak atas rekening yang bersangkutan.
  • Hubungi nomor call center bank yang bersangkutan. Pastikan benar-benar bahwa nomor yang dihubungi adalah nomor call center yang benar. Hal ini untuk menghindari berbagai tindak kejahatan yang bisa saja terjadi.
  • Customer service akan mendengarkan keluhan dan masalah yang disampaikan pengguna kartu ATM tersebut. Lalu melakukan beberapa verifikasi untuk mencocokkan data diri pengguna dengan data yang tersimpan di dalam sistem mereka. Hal ini tidak akan berlangsung lama. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika semua data sinkron, customer service akan menanyakan apakah pengguna masih mengingat PIN yang digunakan sebelum kartu ATM tersebut terblokir. Hal ini hanya untuk memastikan agar kartu ATM tersebut bisa diaktifkan kembali melalui sambungan telepon saja tanpa perlu mendatangi bank. Dan pengguna tentunya tidak perlu menyebutkan PIN tersebut kepada customer service.
  • Setelah proses pengaktifan/pembukaan blokir selesai dilakukan, kartu ATM tersebut sudah bisa digunakan kembali. Biasanya akan aktif pada hari yang bersamaan juga. Bahkan, pada beberapa bank, proses pengaktifan kembali ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam saja.
  • Namun, proses ini tidak berlaku pada semua bank. Salah satunya adalah BRI. Jika pengguna mengalami pemblokiran kartu ATM, baik dalam kondisi masih mengingat PIN maupun tidak mengingatnya lagi, pengguna wajib mendatangi bank tempat rekening tersebut dibuat. Kemudian melakukan pembukaan blokir kartu ATM tersebut di sana. Proses ini akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000.

Di bawah ini ada beberapa nomor call center bank yang bisa dihubungi saat kartu ATM terblokir.

  • Bank Mandiri : Jika menggunakan fasilitas kartu ATM Bank Mandiri, pengguna bisa menghubungi call center mereka di nomor 14000 atau (021) 5299-7777. Layanan ini bisa digunakan untuk membuka blokir kartu ATM atau meminta pengiriman ulang PIN yang baru. Khusus untuk permintaan pengiriman ulang PIN ATM yang baru, pihak Bank Mandiri akan melakukannya melalui layanan Mandiri SMS.
  • BNI : Bagi pengguna layanan ATM BNI, bisa menghubungi call center di nomor 500046 atau (021) 500046/(021) 68888. Pembukaan blokir ATM bisa dilakukan lewat layanan ini hanya jika pengguna masih mengingat PIN ATM tersebut. Sementara jika pengguna sudah tidak mengingat PIN-nya, pembukaan blokir harus dilakukan di kantor cabang BNI terdekat.
  • BCA :  Jika kartu ATM yang terblokir adalah kartu ATM BCA, pengguna bisa menghubungi Halo BCA di nomor 1500888. Atau sambungan telepon ke kantor pusat BCA di nomor (021) 235-88000. Pembukaan blokir kartu ATM bisa dilakukan melalui sambungan salah satu dari layanan telepon tersebut.
  • Bank CIMB Niaga : Bank CIMB Niaga juga memberikan kemudahan bagi para nasabahnya untuk melakukan pembukaan blokir kartu ATM dengan cara menghubungi layanan call center di nomor 14041 atau (021) 2997 8888.