Cara Registrasi Penggunaa Mobile Banking Bni

Cara Registrasi Penggunaa Mobile Banking Bni – Untuk yang tertarik menggunakan Mobile Banking BNI Syariah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

  • Sebelum menggunakan mobile banking BNI Syariah, pastikan Anda telah memiliki rekening tabungan BNI Syariah, bisa dengan bentuk iB Hasanah, Tabungan iB Bisnis Hasanah, maupun tabungan iB Tunas Hasanah. Pastikan pula memiliki hasanah debit card yang valid dan tentunya masih dalam keadaan aktif.
  • Langkah selanjutnya, mengisi formulir registrasi dan aktivasi BNI e-Banking.
  • Lalu pastikan Anda memiliki nomor handphone dan email yang aktif. Hal tersebut biasanya digunakan oleh pihak BNI untuk memverifikasi data maupun untuk mengkonfirmasi bahwa Ada benar-benar berniat mendaftarkan diri menjadi pengguna mobile banking BNI Syariah.
  • Pastikan pula telah memiliki user ID internet banking yang aktif dengan cara meregistrasikan diri Anda terlebih dahulu di ATM BNI Syariah terdekat.

Untuk yang tertarik menggunakan mobile banking BNI Syariah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk mendaftarkan diri sebagai user mobile banking BNI Syariah:

1. Registrasi Melalui ATM BNI Syariah

Salah satu cara untuk mendaftarkan diri menjadi user atau pengguna mobile banking BNI Syariah adalah dengan mendaftarkan diri melalui ATM BNI Syariah. Berikut langkah selengkapnya :

  • Pertama-tama, masukkan lah ATM BNI Syariah yang Anda miliki kedalam mesin ATM
  • Selanjutnya, masukan lah Personal Identification Number (PIN) kartu debit. Lalu masuk lah ke menu Registrasi e-Channel.
  • Selanjutnya, pilih lah menu “BNI Mobile Banking” untuk mulai mengaktifkan proses registrasi mobile banking.
  • Kemudian setujui lah layar konfirmasi yang menyatakan bahwa Anda tunduk terhadap persyaratan yang telah di tentukan oleh pihak BNI Syariah.
  • Layar berikutnya akan membawa Anda pada pernyataan bahwa proses registrasi mobile banking telah berhasil.

Selanjutnya mesin ATM akan mengeluarkan struk yang berisi data sebagai berikut :

  • Konfirmasi kesuksesan transaksi
  • User ID
  • Nomor handphone yang didaftarkan
  • Informasi akses & instruksi aktivasi layanan BNI Mobile Banking
  • Peringatan untuk menjaga kerahasian informasi

2. Registrasi Melalui Kantor Cabang

  • Selain melalui ATM BNI Syariah, Anda pun bisa mendaftarkan diri menjadi user mobile banking BNI Syariah dengan cara mendatangi kantor cabang BNI Syariah sebagai berikut :
  • Untuk yang terbiasa registrasi melalui jalur konvensional, Anda bisa mendaftarkan diri sebagai user BNI Syariah mobile banking melalui ccabang BNI syariah terdekat dan menghubungi pihak Customer Service Officer.
  • Tunjukan lah kartu identitas yang masih berlaku, bisa berupa KTP, SIM maupun paspor, selain itu bawa pula buku tabungan yang dimiliki berikut dengan kartu debit.
  • Untuk mendaftarkan diri sebagai pengguna BNI Syariah mobile banking, Anda harus mengisi formulir terlebih dahulu yang bisa didapatkan di customer service BNI Syariah.
  • Kemudian pihak Customer Service Officer BNI Syariah akan membantu proses pendaftaran mobile banking.

Cara Mendownload Aplikasi BNI Syariah Mobile Banking

Setelah mengaktifkan layanan BNI Syariah mobile, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mendownload apliaksi BNI Syariah Mobile. Caranya, untuk pengguna handphone berbasis Android, cukup mendownload melalui Playstore dan menginstallnya di handphone, Sedangkan untuk Anda pengguna sistem operasi handphone berbasis iOS, bisa mendownload aplikasi BNI Syariah Mobile melalui AppStore.

Baca juga CARA DAFTAR MOBILE BANKING OCBC NISP

Administrasi Pengguna Bni Syariah

Administrasi Pengguna Bni Syariah – Di Indonesia saat ini ada ada banyak sekali Bank Syariah dengan pelayanan yang cukup memuaskan. Salah satunya adalah BNI Syariah. Untuk memenuhi kebutuhan mobile banking, BNI Syariah pun saat ini telah memiliki layanan mobile banking yang akan melayani Anda selama 24 jam.

Anda pun bisa melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun selama terhubung dengan koneksi internet. Artikel Kita kali ini akan membahas beberapa hal mengenai BNI Syariah, mulai dari gambaran umumnya, cara mendaftar hingga cara aktivasinya.

Mobile Banking BNI Syariah adalah layanan perbankan yang disediakan oleh BNI Syariah yang melayani kebutuhan perbankan bagi yang memiliki mobilitas tinggi. Layanan yang diberikan oleh mobile banking seperti layaknya ATM non tunai, Anda bisa melakukan transfer, mengecek saldo, hingga melakukan pembayaran.

Kemudahan yang Ditawarkan BNI Syariah Mobile Banking

Untuk yang ingin menggunakan BNI Syariah Mobile Banking, berikut ini adalah beberapa kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut :

-Transaksi Non Finansial

Transaksi non-finansial yang dilayani oleh BNI Syariah Mobile Banking diantaranya adalah informasi mengenai saldo tabungan, hingga melakukan transfer.

-Transaksi Finansial

Sedangkan untuk transaksi finansial, Anda bisa melakukan transaksi seperti transfer antar pengguna BNI Syariah, maupun antar bank via ATM Bersama. Selain itu untuk jenis transaksi finansial, Anda pun bisa melakukan pembayaran kartu kredit, membayar tagihan telepon, tagihan listrik hingga melakukan pembayaran pulsa atau telepon.

-Transfer

Untuk yang hendak melakukan transaksi transfer, pihak Bank BNI Syariah memberikan limit transfer antar pengguna bank BNI sebesar Rp100 ribu perharinya. Sedangkan untuk transfer ke selain pengguna BNI, Anda akan mendapatkan limit transfer sebesar Rp25 ribu

-Membayar Tagihan

Untuk transaksi pembayaran, biasanya tidak akan dikenakan biaya transaksi.

Biaya Administrasi Pengguna Mobile Banking BNI Syariah

Sebelum menggunakan mobile banking BNI Syariah, sebaiknya mengetahui beberapa biaya yang dikenakan untuk setiap transaksi yang dilakukan melalui mobile banking. Berikut selengkapnya.

-Inquiry Saldo Tabungan

Transaksi inquiry saldo tabungan adalah transaksi yang bisa Anda lakukan di aplikasi mobile banking untuk mengecek saldo, baik rekening tabungan maupun rekening giro. Untuk mengecek saldo melalui BNI Syariah tidak akan dikenakan biaya apapun.

-Iquiry Tagihan

Untuk transaksi inquiry tagihan, adalah segala transaksi yang dilakukan melalui mobile banking BNI Syariah untuk mengecek segala tagihan Kartu Kredit BNI, Telkom, Kartu Halo, Kartu Matrix, Kartu StarOne, Kartu Xplor, Flexi Classy/Home (Postpaid) Speedy, PLN. Untuk melakukan transaksi pengecekan tagihan, Anda juga tidak akan dikenakan biaya apapun.

-Transfer via Online

Yang dimaksud dengan transfer via online adalah segala macam transaksi transfer yang menggunakan aplikasi mobile banking tanpa menggunakan mesin ATM. Untuk yang hendak melakukan transfer ke sesama pengguna BNI Syariah tidak akan dikenakan biaya apapun, sedangkan untuk yang hendak transfer ke rekening yang terdaftar dalam jaringan ATM Bersama maupun jaringan ATM Link, Anda hanya akan dikenakan biaya transfer fee sebesar Rp6.500.

-Pembayaran kartu kredit

BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan beberapa bank penerbit kartu kredit, sehingga Anda pun bisa melakukan pembayaran tagihan kartu kredit melalui mobile banking BNI Syariah. Saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan BNI, AMEX, Citibank, Standard Chartered, ANZ (Indonesia), HSBC, Niaga, Permata (GE Finance), Danamon, Mega, Bukopin, Panin. Sedangkan untuk membayar tagihan kartu kredit yang telah disebutkan diatas, tidak akan dikenakan biaya apapun.

-Isi Ulang

Seperti telah disinggung sebelumnya, dengan menggunakan mobile banking BNI Syariah, Anda pun bisa melakukan transaksi isi ulang kartu prabayar, mulai dari Halo, Xplor, Matrix, StarOne Postpaid, Esia Postpaid, Telkom Flexi, hingga Tri. Untuk setiap transaksi isi ulang yang dilakukan menggunakan mobile bankin BNI syariah, Anda tidak akan dikenakan biaya apapun.

Peran Bank Sentral Indonesia

Peran Bank Indonesia – Sebagai Badan Mediasi Perbankan, Secara lengkap apa itu Badan Mediasi Perbankan, fungsi dan keunggulannya serta tata cara mengajukan permohonan kepada Badan Mediasi Perbankan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Mediasi perbankan merupakan proses penyelesaian sengketa antara nasabah dengan pihak bank yang difasilitasi Bank Indonesia dalam rangka untuk mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela.

2. Mediasi melalui jalur ini memiliki keunggulan dalam menyelesaikan sengketa dengan murah, cepat, dan sederhana, karena tidak dipungut biaya, jangka waktu proses mediasi paling lama 60 hari kerja, dan proses mediasi dilakukan secara informal atau fleksibel.

3. Adapun sengketa yang dapat diselesaikan melalui mediasi perbankan adalah sengketa antara nasabah dengan pihak bank menyangkut aspek transaksi keuangan dengan ketentuan nilai sengketa setinggi-tingginya 500 juta.

4. Sebelum melakukan proses mediasi, nasabah dan bank harus menandatangani perjanjian mediasi yang memuat kesepakatan untuk memilih mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa dan persetujuan untuk patuh serta tunduk pada aturan mediasi.

5. Dalam pertemuan mediasi tersebut, Bank Indonesia hanya bertindak sebagai mediator yang akan bersikap netral, memotivasi para pihak untuk menyelesaikan sengketa, dan tidak memberikan rekomendasi atau keputusan karena hasil penyelesaian antara pihak yang bersengketa merupakan murni kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank.

6. Setelah tercapai kesepakatan, maka nasabah dan pihak bank akan menandatangani akta kesepakatan. Namun apabila tidak di capai kesepakatan maka nasabah dapat mengupayakan penyelesaian lanjutan melalui jalur arbitrase atau pengadilan.

Adapun untuk pengajuan permohonan dapat dilakukan secara langsung melalui alamat :

Bank Indonesia, Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan

Menara Radius Prawiro, Lantai 19

Jalan. MH Thamrin No. 2 Jakarta 10350

Telepon (021) 3818923 atau (021) 3818935

Email : mediasi@bi.go.id

Dalam proses pengajuan tersebut, pastikan telah melampirkan persyaratan permohonan mediasi secara tertulis sebagaimana format yang ditetapkan oleh Bank Indonesia serta dokumen pendukung, yaitu :

  • Formulir pengajuan penyelesaian sengketa.
  • Fotokopi surat hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan bank kepada nasabah, fotokopi identitas nasabah yang masih berlaku.
  • Surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai yang cukup bahwa sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau telah mendapat keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan, atau lembaga mediasi lainnya, serta belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi Bank Indonesia.
  • Fotokopi dokumen pendukung yang terkait dengan sengketa yang diajukan.
  • Fotokopi surat kuasa khusus tanpa hak subsitusi, dalam hal pengajuan penyelesaian sengketa diwakilkan/dikuasakan. Namun demi kelancaran proses mediasi diharapkan para pihak yang bersengketa hadir dalam pertemuan tersebut agar keinginan masing-masing pihak dapat dikemukakan secara langsung.

Hindari Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit

Hindari Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit – Ketika sudah memasuki usia 30-an berarti sudah berada di posisi kedewasaan yang sudah semakin matang secara menyeluruh. Kedewasaan itu bisa dilihat dari perilaku yang semakin baik, memiliki pola pikir yang bagus, mampu menjaga emosional, hingga bertanggung jawab terhadap semua hal.

Namun, pada kenyataannya tingkat dewasa seseorang tidak bisa diukur dari usianya. Masih banyak orang yang sudah memasuki usia 30an tapi tidak bertanggung jawab pada finansialnya, salah satunya adalah penggunaan kartu kredit yang salah dan terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan. Padahal, kesalahan tersebut bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar, yaitu berupa hutang.

Tentunya hal tersebut tidak mau Anda alami, bukan? Nah, berikut beberapa daftar kesalahan yang sering dilakukan pengguna kartu kredit. Cek kembali dan lakukan perbaikan sebelum keuangan menjadi hancur.

1. Laporan Kartu Kredit Tidak Dibaca

Walau membayar tagihan kartu kredit secara online, bukan berarti kita bersikap cuek pada laporan kartu kredit. Bahkan ada saja orang yang tidak menyentuh laporannya dan dibiarkan tergeletak di meja pojok rumah. Padahal, membaca laporan kartu kredit merupakan hal yang penting dilakukan. Tujuannya agar mengetahui pengeluaran secara rinci dari penggunaan kartu kredit.

2. Bayar Tagihan Terlambat

Terlambat atau menunda pembayaran tagihan kartu kredit akan berdampak buruk bagi penggunanya. Selain dikenakan denda yang membuat tagihan kartu kredit semakin membengkak, Anda juga akan dicap sebagai kolektabilitas buruk oleh bank sehingga merusak riwayat pebankan. Artinya, akan semakin sulit mendapatkan pinjaman atau pengajuan kartu kredit lainnya.

3. Hanya Melakukan Pembayaran Minimum

Tidak ada yang melarang jika pengguna kartu kredit hanya melakukan pembayaran pada cicilan minimumnya saja. Tapi kalau ini dilakukan secara terus menerus, maka sisa tagihan yang belum terbayarkan serta bunga akan menjadi tumpukan hutang yang semakin besar. Jika kesalahan tersebut masih dilakukan, maka mau tidak mau Anda akan menghadapi kondisi keuangan yang semakin kacau.

4. Tidak Bayar Tagihan

Memiliki hutang kartu kredit yang begitu besar dan merasa tidak sanggup untuk membayarnya sehingga Anda memutuskan berhenti membayar hutang seluruhnya. Hal ini adalah salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan pengguna kartu kredit di usia 30an.

Memang benar pihak bank akan menutup akun kartu kredit kalau selama enam bulan tidak melakukan pembayaran. Tapi bukan berarti Anda terbebas dari tagihan. Justru pihak bank akan terus menagih paksa Anda melakukan pelunasan hutang dengan mendatangkan debt collector ke rumah.

Baca juga PENTING NYA NPWP SAAT PENGAJUAN KREDIT

Kredit Tanpa Agunan

Kredit Tanpa Agunan – Bagi Anda yang sudah pernah meminjam uang pada pihak bank atau lembaga kredit pinjaman lain, Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah agunan. Bagi Anda yang belum, agunan adalah sebuah aset dari debitur yang diberikan pada pihak bank sebagai jaminan.

Meskipun sama-sama untuk meminjam uang, tapi kedua kredit tersebut memiliki karakter yang berbeda. Persyaratan untuk mendapatkan pinjamannya pun juga berbeda. Mari kita tinjau lebih jauh lagi mengenai perbedaannya dengan menggunakan Kredit Tanpa Agunan sebagai pembanding.

1. Kredit Tanpa Agunan
Kredit jenis ini tidak meminta suatu jaminan sebagai sebuah syarat untuk meminjam uang. Sebagai ganti jaminan tersebut, pihak bank akan melakukan sedikit pemeriksaan mengenai kelayakan calon debitur dengan cara memeriksa catatan kredit dan kemampuan finansial calon debitur untuk melunasi pinjaman.

Catatan tersebut didapatkan dari BI Checking, yang datanya didapat dari kumpulan berbagai bank dan lembaga peminjaman uang dalam periode waktu 24 bulan terakhir. Kemudian, kemampuan finansial calon debitur akan diperiksa melalui slip gaji, NPWP, dan juga berkas-berkas yang mendukung.

Kelebihan Kredit Tanpa Agunan

Syarat Mudah : Kredit tanpa agunan diberikan tanpa ada syarat pengajuan agunan dari calon debitur keada kreditur. Karena itu, hal ini sangat membantu para calon debitur yang belum memiliki aset seperti rumah atau mobil. Untuk masalah kelengkapan dokumen, biasanya bank hanya akan meminta fotokopi KTP, kartu keluarga, dan catatan pembayaran kartu kredit.

Masa Pencairan Cepat : Kredit tanpa agunan juga bisa digunakan untuk keperluan darurat atau kebutuhan lain yang sifatnya mendesak. Hal tersebut dikarenakan bank tidak memerlukan agunan apapun dari calon debitur, sehingga dana bisa cari dalam waktu dua hingga tiga hari.

Tiap Bank Mempunyai Program KTA : Hampir semua bank menawarkan kredit tanpa agunan. Beberapa bank bahkan sangat gencar dalam memasarkan produk ini mengingat pangsa pasarnya yang relatif tinggi. Yang diperlukan oleh calon debitur adalah menentukan dana pinjaman yang akan dipinjam dan bisa langsung pergi ke lembaga keuangan pilihan.

Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

 Bunga Tinggi : Salah satu kekurangan yang dimiliki kredit tanpa agunan adalah bunganya yang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah karena produk ini tidak menyertakan jaminan sebagai salah satu syaratnya. Hal tersebut membuat bunga yang dibebankan menjadi tinggi.

Harus Mempunyai Kartu Kredit : Syarat lain dari kredit tanpa agunan adalah sudah memiliki kartu kredit paling tidak selama satu tahun. Hal tersebut sering membuat para calon debitur gagal mendapatkan pinjaman. Kebanyakan masyarakat belum mengetahui hal ini.

Limit Kecil, Tenor Pendek : Kekurangan yang paling mendasar dari kredit model ini adalah limitnya yang sedikit. Umumnya bank hanya menawarkan produk kredit tanpa agunan dengan limit sampai Rp 200 juta. Oleh karena limit yang relatif kecil itu, masa tenor juga menjadi pendek.

2. Kredit Multiguna

Sedikit berbeda dengan kredit tanpa agunan, kredit multiguna adalah sebuah program kredit yang mana pihak bank akan meminta calon debitur untuk menyertakan aset untuk dijadikan sebagai jaminan pembayaran. Nilai jaminan atau aset tidak boleh lebih rendah dari jumlah yang akan dipinjam.