Berbagai Keuntungan Asuransi Syariah

Keuntungan Asuransi Syariah – Pengelolaan dana di asuransi umum syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas di awal, misalnya saja porsi untuk pengelola berapa, sedangkan porsi untuk risiko dibagi pemegang polis

1. Syariah Memiliki Konsep Tolong Menolong

Prinsip tolong menolong dalam asuransi syariah menggunakan konsep donasi, sehingga saat Anda membeli asuransi berbasis syariah, sama artinya dengan Anda mendonasikan sebagian dana untuk membantu nasabah lain yang sedang terkena musibah. Dengan konsep seperti ini tidak ada dana yang hilang selama kita berinvestasi. Pada periode tertentu, semua keuntungan yang diperoleh, akan dibagi secara rata kepada kedua belah pihak sehingga sama-sama merasa nyaman dana aman.

2. Memakai Konsep Risk Transfer, Bukan Risk Sharing, Ini Lebih Adil dan Menguntungkan

Asuransi umum syariah memakai konsep risk sharing, sedangkan di konvensional menggunakan risk transfer sehingga perusahaan asuransi sebagai operator asuransi itu tidak akan mengalami kerugian, karena risiko bukan berada di perusahaan. Manfaat bagi nasabah adalah ada kumpulan dana tabarru-nya (seperti premi kalau di asuransi konvesnional) yang menguntungkan, yang bisa diambil manfaatnya, bila dibandingkan dengan di asuransi umum konvensional. Hal ini yang membuat asuransi umum syariah terasa lebih adil.

3. Tidak Mengenal Istilah Dana Hangus karena Konsepnya adalah Titipan (Wadiah)

Dalam asuransi konvensional kita mengenal istilah uang hangus jika tidak membayar premi sesuai dengan syarat minimal waktu yang di sepakati di awal. Hal ini tidak terjadi pada asuransi syariah karena nasabah asuransi syariah bisa mendapatkan uangnya kembali meskipun belum datang jatuh tempo.

Asuransi syariah menggunakan konsep wadiah (titipan), dimana dana akan dikembalikan dari rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening tabarru’. Pembebanan biaya operasional sendiri ditanggung pemegang polis asuransi, dan inipun terbatas hanya pada kisaran 30% dari premi, yang membuat pembentukan nilai tunai cepat terbentuk di tahun pertama dengan memiliki nilai 70% dari premi. Pada asuransi konvensional sendiri, biaya ini sepenuhnya ditanggung pemegang polis.

Hal ini juga memberikan potensi keuntungan lain yang memungkinkan peserta asuransi umum syariah menerima kembali sebagian premi jika ternyata hingga saat jatuh tempo belum ada klaim.

4. Lebih Transparan, Mengapa Demikian?

Pengelolaan dana di asuransi umum syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas di awal, misalnya saja porsi untuk pengelola berapa, sedangkan porsi untuk risiko dibagi pemegang polis berapa. Contohnya, presentase untuk tabarru 70 %, sedangkan ujroh 30 %. Hal ini yang membedakan dengan di konvensional, dimana 100% perusahaan yang memiliki, dengan alokasi kebijakan sesuai perusahaan masing-masing, walaupun tujuannya sama agar masyarakat terjamin dan terlindungi.

5. Tidak Ada Riba atau Larangan Lainnya

Dalam transaksi keuangan syariah, ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan seperti riba, gharar (ketidakjelasan dana) dan maisir (judi). Jika Anda mengambil produk perusahaan asuransi syariah maka dana akan dikelola dengan proses yang sesuai dengan persetujuan dari awal yang terhindari dari transaksi terlarang di atas.

Untuk alokasi investasi, misalnya saja akad yang digunakan adalah mudharabah, yaitu akad kerja sama dimana peserta menyediakan 100% modal, dan dikelola oleh perusahaan asuransi, dengan menentukan kontrak bagi hasil.

Bagaimana jika terjadi klaim, dananya diambilkan darimana? Jika nasabah asuransi syariah mengajukan klaim, dana klaim berasal dari rekening tabarru’ (kebajikan) seluruh peserta. Berbeda dengan klaim asuransi konvensional yang berasal dari perusahaan asuransinya.

Jenis Jenis Asuransi

Jenis Jenis Asuransi – tak sedikit orang yang belum memahami tipe atau jenis asuransi yang ditawarkan baik dari pihak bank maupun perusahaan asuransi itu sendiri. Sehingga banyak  masyarakat belum mengetahui keuntungan menggunakan asuransi.

1. Asuransi Kesehatan

Biaya kesehatan yang tidak bisa diprediksi dan seiring dengan gaya hidup yang serba praktis namun tidak sehat, membuat asuransi kesehatan penting untuk keluarga dan menjadi prioritas yang pertama. Produk asuransi kesehatan saat ini juga beragam, yang bisa disesuaikan dengan anggaran Anda.

Walaupun sudah mendapat perlindungan dari BPJS Kesehatan, namun seringkali kebutuhan akan protesi kesehatan dirasa masih kurang. Asuransi kesehatan keluarga adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan aggota keluarga bisa membutuhkan perawatan.

Asuransi kesehatan keluarga memberikan perlindungan bagi seluruh keluarga yang memungkinkan Anda bisa nyaman dan mudah dalam merencanakan keuangan keluarga. Mengapa mengambil asuransi keluarga itu penting?

2. Asuransi Kecelakaan

Kecelakaa merupakan risiko yang paling besar konsekuensinya dari sisi finansial. Kecelakaan bisa saja terjadi saat kondisi kerja atau kecelakaan lalu lintas. Coba perhatikan kondisi kerja dan aktivitas harian Anda, apakah termasuk rawan risiko kecelakaan atau tidak.

Dikatakan rawan risiko manakala Anda bekerja pada posisi yang berhubungan dengan alat kerja berbahaya seperti mesin produksi atau aktivitas sehari-hari banyak di luar rangan dengan mobilitas tinggi.

Karena risiko di jalan maupun saat bekerja, tidak bisa diprediksi. Maka perlindungan menyeluruh terhadap risiko tersebut penting untuk dilakukan guna menghindarinya. Premi asuransi kecelakaan diri juga relatif murah, dengan premi ratusan ribu namun penggantian semua biaya termasuk penggantian rugi terhadap cacat tetap dan kematian bisa hingga Rp80 juta.

3. Asuransi Perjalanan

Jika Anda dan keluarga termasuk kelompok orang dengan mobilitas tinggi, sering keluar kota atau bahkan ke luar negeri, aka produk asuransi perjalanan menjadi prioritas utama. Supaya liburan dan perjalaan dinas Anda tetap nyaman dan aman, sudah seharusnya Anda dan keluarga membeli asuransi perjalanan. Dalam beberapa tahun terakhir, asuransi perjalanan telah menjadi salah satu produk asuransi yang paling populer, karena harganya sangat murah.

Asuransi perjalanan bisa diambil per periode perjalanan atau langsung satu tahun. Jika frekuensi beppergian Anda relatif sering, misal keuar negeri 4-5 kali dalam setahun, ada baiknya ambil paket asuransi perjalanan tahunan. Sebaliknya, jika jarang melakukan perjalanan, sebaiknya ambil per periode perjalanan saja, karena ini akan menghemat premi asuransi perjalanan Anda.

4. Asuransi Mobil

Mobil sudah menjadi kebutuhan hidup yang perlu diperhitungan di zaman sekarang. Terbukti dari maraknya pembangunan jalan tol, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan roda empat ini semakin pesat.

Manfaat utama dari asuransi mobil adalah ketenangan finansial yang didapat karena risiko kecelakaan atau pencurian dan sebagainya bisa saja terjadi. Manfaat spesifik yang bisa didapat dari asuransi mobil ini bervariasi, berdasarkan cakupan yang diperoleh.

Contoh yang umum terjadi termasuk di dalamnya perlindungan hukum gugatan pihak ketiga, dan segala macam risiko sekecil apapun terhadap mobil jika Anda mengambil produk asuransi jenis all risk (perlindungan menyeluruh).

5. Asuransi Hari Tua

Jangan salah, asuransi hari tua ini juga patut diperhitungkan dan disiapkan dengan baik. Di usia yang tidak lagi produktif, satu-satunya yang bisa diandalkan adalah jaminan hari tua, agar tetap mandiri dan tidak merepotkan anggota keluarga yang lain.

Normalnya, memasuki usia pensiun adalah 55 tahun – 60 tahun. Setelah memasuki usia pensiun, yang dibutuhkan adalah menikmati hidup dengan dana yang sudah diperoleh selama bekerja. Namun sayangnya, tak sedikit orang justru terlambat atau tidak menyadari persiapan untuk masa pensiun dengan beberbagai alasan

Beberapa Cara Memahami Polis Asuransi

Beberapa Cara Memahami Polis Asuransi – seorang nasabah asuransi harus paham betul polis yang dia peroleh dari pihak perbankan.asuransi, hak dan kewajiban perlu diperhatikan antara keduanya.

1. Bacalah Terlebih Dahulu

Kebiasaan buruk yang sering kali dilakukan orang ialah menerima begitu saja produk asuransi tanpa memahami polis asuransinya terlebih dahulu. Banyak orang yang merasa cukup hanya dengan mengetahui manfaat, prosedur klaim dan jumlah premi dari produk asuransi tersebut. Buku asuransi memang cenderung tebal, ditulis dengan huruf berukuran kecil dan menggunakan bahasa hukum yang rumit dipahami sehingga tak jarang membuat nasabah malas untuk membacanya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak membaca polis asuransi yang memuat penjelasan lebih lanjut terkait produk asuransi yang dibeli. Ini untuk menghindari jika suatu hari Anda merasa ditipu dan dipersulit oleh produk asuransi pilihan.

Isi buku polis asuransi biasanya meliputi informasi dan kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan asuransi dan pemegang polis yang biasanya berupa perjanjian satu pihak. Hal ini sebab setiap butir dari kesepakatan tersebut telah dibuat oleh perusahaan asuransi secara sepihak.

2. Wajib Mengamati Ikhtisar pada Polis Asuransi

Hal paling penting yang tidak boleh diabaikan ketika polis asuransi telah diterima adalah ikhtisar atau lembar pernyataan sejumlah 3 – 5 lembar bahkan lebih, yang isinya berupa data tertanggung, data pemegang polis, uang pertanggungan, lingkup jaminan, periode asuransi, biaya tambahan, premi, dan lain sebagainya.

Ikhtisar polis berisi data-data yang berasal dari surat permohonan asuransi yang telah diisi oleh nasabah. Anda harus memeriksa polis asuransi tersebut dengan teliti karena mungkin saja terdapat data dalam ikhtisar polis yang tidak sesuai dengan data yang diberikan dan penawaran yang diterima.

3. Pahami juga Glosarium Polis Asuransi

Sebagian besar polis mencakup halaman glosari yang mengandung definisi istilah-istilah asuransi yang terdapat dalam polis. Keberadaan glosari untuk memudahkan nasabah dalam memahami fungsi dan istilah asuransi yang mungkin sulit dipahami. Apabila ada hal yang belum jelas, perusahaan penyedia asuransi pada umumnya menyediakan layanan pelanggan yang dapat membantu para nasabah.

4. Perhatikan Konteks Pengecualian dalam Polis Asuransi

Setiap polis memiliki daftar mengenai berbagai hal di luar rencana perlindungan Anda. Hal itu disebut sebagai pengecualian. Contohnya saja peristiwa kecelakaan karena sesuatu yang bukan termasuk tanggungan seperti olahraga ekstrem, bunuh diri atau bila Anda menyakiti diri sendiri atau melanggar ketentuan hukum.

Namun, di pasaran kini mulai beredar beberapa perusahaan asuransi yang berlomba-lomba dalam mengecilkan konteks pengecualian.

5. Periksalah Ketentuan Polis Asuransi

Perhatikanlah setiap aturan dalam polis, termasuk persyaratan atas perlindungan kepada nasabah. Apakah kondisi sekarang sama seperti aturan polis asuransi yang dibeli? Apakah kelengkapan rincian data pribadi sudah terpenuhi? Apakah semua pengisian data benar dan dapat dipertanggungjawabkan?

Hal tersebut bertujuan sebagai bentuk pernyataan bahwa kita memang sedang hidup dalam kondisi kesehatan tertentu sesuai dengan yang terdapat dalam polis.

Ini merupakan hal yang penting karena sebagai salah satu hal penentu keberhasilan dalam mengklaim manfaat pertanggungan. Jangan sampai karena ada data yang berbeda dengan ketentuan polis Anda atau pihak penerima manfaat menjadi kendala dalam mengklaim manfaat asuransi.

Lebih Untung Klaim Reimburse Atau Cachless

Klaim Reimburse Atau Cachless – Kepedulian masyarakat Indonesia tentang kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah nasabah pada produk asuransi kesehatan. Seperti yang diketahui, asuransi kesehatan berfungsi sebagai perlindungan ketika seseorang menderita sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Sebelum memiliki asuransi kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jumlah premi yang harus dibayarkan, kurun waktu, batasan usia, kredibilitas perusahaan asuransi, hingga klaim yang diberlakukan. Ketika seseorang jatuh sakit, ia berhak mengajukan klaim penggantian biaya kepada perusahaan asuransi, baik klaim secara reimburse maupun cashless.

Dari kedua cara pengajuan tersebut, manakah yang paling menguntungkan? Cari tahu perbedaannya di bawah ini :

Mekanisme Pengajuan Klaim oleh Nasabah

Reimburse dan cashless adalah metode pengajuan klaim asuransi yang berbeda. Untuk reimburse, nasabah harus melewati langkah demi langkah terlebih dahulu. Proses pengajuan klaimnya juga tergolong sedikit sulit. Setelah semuanya beres, barulah si nasabah boleh mendapat manfaat dari produk asuransi kesehatan yang bersangkutan.

Untuk cashless, cenderung mudah dan cepat. Nasabah hanya perlu datang ke klinik dan menunjukkan kartu keanggotaannya di perusahaan asuransi kesehatan. Setelah itu, pihak rumah sakit atau klinik akan mengecek validitas dari kartu tersebut. Layaknya kartu kredit, kartu keanggotaan nantinya akan digesek untuk mengetahui masih aktif atau tidak.

Baca juga BEBERAPA CARA MEMAHAMI POLIS ASURANSI