BEBERAPA CARA MEMAHAMI POLIS ASURANSI

1. Bacalah Terlebih Dahulu

Kebiasaan buruk yang sering kali dilakukan orang ialah menerima begitu saja produk asuransi tanpa memahami polis asuransinya terlebih dahulu. Banyak orang yang merasa cukup hanya dengan mengetahui manfaat, prosedur klaim dan jumlah premi dari produk asuransi tersebut. Buku asuransi memang cenderung tebal, ditulis dengan huruf berukuran kecil dan menggunakan bahasa hukum yang rumit dipahami sehingga tak jarang membuat nasabah malas untuk membacanya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak membaca polis asuransi yang memuat penjelasan lebih lanjut terkait produk asuransi yang dibeli. Ini untuk menghindari jika suatu hari Anda merasa ditipu dan dipersulit oleh produk asuransi pilihan.

Isi buku polis asuransi biasanya meliputi informasi dan kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan asuransi dan pemegang polis yang biasanya berupa perjanjian satu pihak. Hal ini sebab setiap butir dari kesepakatan tersebut telah dibuat oleh perusahaan asuransi secara sepihak.

2. Wajib Mengamati Ikhtisar pada Polis Asuransi

Hal paling penting yang tidak boleh diabaikan ketika polis asuransi telah diterima adalah ikhtisar atau lembar pernyataan sejumlah 3 – 5 lembar bahkan lebih, yang isinya berupa data tertanggung, data pemegang polis, uang pertanggungan, lingkup jaminan, periode asuransi, biaya tambahan, premi, dan lain sebagainya.

Ikhtisar polis berisi data-data yang berasal dari surat permohonan asuransi yang telah diisi oleh nasabah. Anda harus memeriksa polis asuransi tersebut dengan teliti karena mungkin saja terdapat data dalam ikhtisar polis yang tidak sesuai dengan data yang diberikan dan penawaran yang diterima.

3. Pahami juga Glosarium Polis Asuransi

Sebagian besar polis mencakup halaman glosari yang mengandung definisi istilah-istilah asuransi yang terdapat dalam polis. Keberadaan glosari untuk memudahkan nasabah dalam memahami fungsi dan istilah asuransi yang mungkin sulit dipahami. Apabila ada hal yang belum jelas, perusahaan penyedia asuransi pada umumnya menyediakan layanan pelanggan yang dapat membantu para nasabah.

4. Perhatikan Konteks Pengecualian dalam Polis Asuransi

Setiap polis memiliki daftar mengenai berbagai hal di luar rencana perlindungan Anda. Hal itu disebut sebagai pengecualian. Contohnya saja peristiwa kecelakaan karena sesuatu yang bukan termasuk tanggungan seperti olahraga ekstrem, bunuh diri atau bila Anda menyakiti diri sendiri atau melanggar ketentuan hukum.

Namun, di pasaran kini mulai beredar beberapa perusahaan asuransi yang berlomba-lomba dalam mengecilkan konteks pengecualian.

5. Periksalah Ketentuan Polis Asuransi

Perhatikanlah setiap aturan dalam polis, termasuk persyaratan atas perlindungan kepada nasabah. Apakah kondisi sekarang sama seperti aturan polis asuransi yang dibeli? Apakah kelengkapan rincian data pribadi sudah terpenuhi? Apakah semua pengisian data benar dan dapat dipertanggungjawabkan?

Hal tersebut bertujuan sebagai bentuk pernyataan bahwa kita memang sedang hidup dalam kondisi kesehatan tertentu sesuai dengan yang terdapat dalam polis.

Ini merupakan hal yang penting karena sebagai salah satu hal penentu keberhasilan dalam mengklaim manfaat pertanggungan. Jangan sampai karena ada data yang berbeda dengan ketentuan polis Anda atau pihak penerima manfaat menjadi kendala dalam mengklaim manfaat asuransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *