Bank Mandiri

 

Bank mandiri adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote

sejarah singkat:

Sebagai bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri tak lepas dari perjalanan panjang yang sarat nilai historis. Ia punya sejarah kelam, sebab berdiri tanggal 2 Oktober 1998. Di tahun itu krisis moneter mengguncang perekonomian Indonesia. Perbankan menjadi sektor yang paling terpengaruh. Bank pemerintah bahkan ikut terjebak dalam intervensi politik sebab tata kelola pemerintahan yang buruk.

Bank Mandiri berdiri setelah adanya merger empat bank pemerintah, yaitu Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Keempat bank ini dinilai memiliki tata kelola performa kurang baik. Upaya merger dilakukan untuk menyelamatkan bank milik negara melalui rekapitulasi (penambahan modal) sekaligus untuk memperbaiki kinerja. Kehadiran Bank Mandiri secara langsung menghilangkan peran khusus bank pemerintah, kecuali Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Bank Mandiri mengalami hempasan demi hempasan krisis. Krisis tahun 2002, 2005, dan 2008 menjadi saksi bahwa Bank Mandiri mampu terus bertahan, tumbuh dan berkembang. Di balik kisah suram krisis demi krisis yang dilalui, siapa sangka cikal bakal Bank Mandiri dulunya pernah mencapai berbagai kejayaan. Bank Exim dulu pernah menjadi markas bank di kawasan Asia, sementara BDN merupakan salah satu bank tertua di Indonesia.

Sejarah memberikan berbagai pelajaran. Krisis keuangan yang menimpa Indonesia dan Asia tahun 1997/1998 mengajarkan pentingnya penataan sistem perbankan secara lebih apik. Walau dibayangi faktor eksternal yang sangat kuat, harus diakui pilar penting sistem perbankan Indonesia ketika itu masih sangat lemah. Ini dapat dilihat dari jumlah modal dan dana cadangan bank yang sangat terbatas.  Ini diperburuk dengan fenomena mudahnya mendirikan bank karena modal yang diperlukan relatif kecil.

Berkaca pada hal tersebut, krisis 1997/1998 membawa dampak pada hampir semua aspek kehidupan di tanah air. Namun, peristiwa ini juga menginspirasi terjadinya reformasi perbankan secara mendasar. Perbankan Indonesia kembali pada prinsip kehati-hatian, peningkatan permodalan, pengetatan syarat mendirikan bank, pengetatan syarat kredit bagi pemilik maupun pengurus bank, dan pemberian status independen terhadap Bank Indonesia (BI) untuk menghindari intervensi.

Sejarah panjang ini perlu diungkap, dikupas lembar demi lembar sebagai refleksi di masa mendatang. Penelusuran dimulai sejak lebih dari 180 tahun lalu, tepatnya pada saat cikal bakal Bank Exim berdiri di tahun 1826.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *