Bank Kalsel Syariah

Bank Kalsel Syariah

Bank Kalsel Syariah didirikan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan tiga belas tahun yang lalu dengan tujuan untuk memenuhi permintaan nasabah terhadap transaksi perbankan secara syariah. Dalam rangka miladnya ke-13, Bank Kalsel Syariah mempersiapkan serangkaian kegiatan diantaranya yaitu acara Tasyakuran di Kantor Cabang Syariah Banjarmasin di Jl. S. Parman Banjarmasin yang dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel, Pemimpin Divisi, Pemimpin Kantor Cabang serta tamu undangan dari nasabah-nasabah prima Bank Kalsel Syariah.

Sebuah kegiatan sosialisasi Perbankan Syariah yang diberi nama “Syariah Banking Network Event - (SBNE)” yang Insya Allah akan diadakan pertengahan September 2017 bekerjasama dengan Q-Mall dan Q-Grand Dafam Syariah. Bank Kalsel Syariah saat ini sudah semakin dekat dengan masyarakat di Kalimantan Selatan, dengan memiliki Dua Buah Kantor Cabang Syariah di Banjarmasin dan Kandangan, dua buah Kantor Cabang Pembantu Syariah di Batulicin dan Q-Mall Banjarbaru.

Tujuh buah Kedai syariah di Kayutangi, Gatot Subroto, Martapura, Pelaihari, Barabai, Amuntai dan Paringin, tiga buah Kantor Kas Syariah di Sabilal Muhtadin, Pasar Kalindo , dan Uniska, enam buah Payment Point di STIA Bina Banua, STIH Sultan Adam, Ukhuwah, UNISKA Banjarbaru, STAI Rakha Amuntai dan UIN Antasari, lima belas buah mesin ATM dan empat puluh delapan Layanan Syariah yang berada di outlet-outlet Bank Kalsel Konvensional dari Mulai Kantor Cabang hingga Unit yang tersebar di Provinsi Kalimantan Selatan.

Agus Syabarrudin selaku Kepala Eksekutif Syariah Bank Kalsel menyampaikan bahwa, “Salah satu upaya untuk merealisasikan peran Bank Kalsel Syariah dalam melayani kebutuhan layanan keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat, maka bertepatan dengan Milad Bank Kalsel yang ke-13 ini.

Bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat pada pembangunan lingkungan sosial ekonomi daerahnya” jelasnya. “dalam upaya melaksanakan amanah UU No.21 Tahun 2008 bahwa Unit Usaha Syariah berkewajiban untuk memisahkan diri dari Bank Induknya.

Maka Bank Kalsel Syariah telah mempersiapkan road-map-nya dan sekaligus juga sedang melakukan penjajakan dengan beberapa Unit Usaha Syariah yang berada di Kalimantan Selatan untuk dapat bersinergi” tambah beliau.

Dengan bertambahnya usia, diharapkan peran serta Bank Kalsel Syariah dalam pembangunan perekonomian daerah turut berkembang secara positif, sehingga hasilnya akan dapat dirasakan bersama seluruh masyarakat, khususnya Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *