Bank DKI

Bank DKI

Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau Bank DKI adalah sebuah bank di Indonesia. Bank ini didirikan pada 30 April 1961 dan berkantor pusat di Jakarta Pusat.

Bank DKI didirikan dengan maksud dan tujuan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan Daerah di segala bidang serta salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Pada saat pendirian, pemegang saham adalah Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebanyak 99,97% dan 0,03% saham dimiliki oleh PD. Pasar Jaya, dengan jumlah modal disetor sebesar Rp 3.900.000.000,00 (tiga trilyun sembilan ratus milyar rupiah).

Pada tanggal 30 November 1992, Bank DKI resmi menjadi Bank Devisa. Pada tahun 1999, Bank DKI berubah bentuk badan hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Bank Umum dan Badan Usaha Milik Daerah milik DKI.

Visi Bank DKI
Menjadi Bank Regional Modern & Bernilai tinggi, yang Menjaga Keseimbangan antara Keuntungan & Pembangunan Jakarta

Misi Bank DKI
Mendukung pengembangan Jakarta dengan menjadi bank pilihan untuk transaksi, UMKM dan mewujudkan masyarakat less-cash

Profil Bank DKI yang kami kutip dari Laman Bank DKI

Nama: PT. Bank DKI
Call Sign Bank DKI
Bidang Usaha : Perbankan
Kelompok Usaha : Bank Umum Kelompok Usaha 3
Domisili Jakarta
Alamat: Gedung Prasada Sasana Karya Jl. Suryopranoto No.8 Jakarta Pusat 13130
Telepon: 021 – 806 55555
Faksimili: 021 – 806 55500
Call Center: 1500 351
Homepage: www.bankdki.co.id
Email corsec@bankdki.co.id
Hasil Pemeringkatan Single A Plus (id A+) ; Positive Outlook
Tanggal Berdiri : 11-Apr-61
Tanggal Beroperasi: 11-Apr-61
Dasar Hukum Pendirian :  No. 30 tanggal 11 April 1961 Notaris Eliza Pondaag S.H., Notaris di Jakarta
Modal Dasar: Rp11.500.000.000.000,-
Modal Disetor: Rp 4.431.159.000.000,-
PWP 01.000.515.5-073.000
TDP 09.05.1.65.37504
SIUP BUM.9-2-42
Pemegang Saham: Pemerintah Daerah DKI Jakarta (99,98%)
PD Pasar Jaya (0,02%)
Bursa Terdaftar Bursa Efek Indonesia

Cara Kerja

  • Perilaku Utama
    Mencapai kualitas terbaik dan menginisiasi tindakan-tindakan perbaikan.
    Berperilaku dan bertindak disiplin.
    Menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi.
  • Panduan Perilaku
    Bekerja cerdas, cepat, akurat, tuntas, bersemangat dan pantang menyerah.
    Bekerjasama untuk mencapai kinerja terbaik.
    Proaktif dan Inovatif serta selalu meningkatkan pengetahuan dan pengembangan diri.
  • Perilaku yang harus dihindari
    Bekerja asal-asalan dan menunda penyelesaian pekerjaan.
    Tidak Disiplin
    Mementingkan diri sendiri dan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *