3 HAL WAJIB DI WASPADAI KARNA SERING PAKAI DEBIT

1. Rawan Penyalahgunaan

  • Hilang/Dicuri : Penyalahgunaan kartu debit di sini dapat dilakukan antara lain apabila kartu debit Anda hilang atau dicuri. Tidak seperti dengan kartu kredit, apabila kartu debit Anda berpindah tangan ke orang lain dan orang tersebut memalsukan tanda tangan Anda atau entah bagaimana bisa mengetahui PIN kartu tersebut, ia bisa dengan leluasa menghabiskan uang milik Anda sendiri dan bukan uang milik bank. Mengapa? Karena penggunaan kartu debit secara otomatis mendebit atau mengurangi saldo tabungan Anda. Tidak seperti kartu kredit yang memungkinkan transaksi yang menggunakan kartu kredit tersebut dibatalkan dan Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar transaksi tersebut apabila terbukti bukan Anda sendiri sebagai pemilik sah yang menggunakannya, jika kartu debit Anda digunakan oleh orang lain, Anda tidak akan mendapatkan uang Anda kembali.
  • Menggunakan Tanda Tangan, bukan PIN :┬áSebagai alat pembayaran, kartu debit digunakan pada mesin EDC kartu debit yang pada umumnya menerapkan PIN (Personal Identification Number) sebagai otorisasi. Namun tidak semua bank memiliki jaringan EDC kartu debit. Untuk bank-bank seperti ini, mereka mengandalkan jaringan EDC kartu kredit, biasanya milik jaringan kartu kredit Visa/MasterCard Elektronik, dan penggunaannya dengan menggesekkan kartu dan menggunakan tanda tangan sebagai otorisasi untuk mengesahkan transaksi seperti layaknya kartu kredit, namun bedanya uangnya diambil langsung dari saldo tabungan, bukan berupa utang di bank. Di antara kedua jenis otorisasi, PIN lebih aman daripada tanda tangan karena hanya pemegang kartu yang mengetahui PIN kartunya selama ia tidak memberitahukannya ke orang lain, sementara tanda tangan dapat dipalsukan. Saat ini, sebagian besar kartu debit sudah mengimplementasikan teknologi chip dan penggunaan PIN (Personal Identification Number) sehingga lebih aman ketimbang yang hanya menggunakan pita magnetis dan mengandalkan tanda tangan saja sebagai verifikasi dari transaksi yang dilakukan dengan kartu debit tersebut. Pastikan kartu debit Anda sudah menggunakan teknologi chip ini agar lebih aman.

2. Tidak Ada Jaminan dari Bank

  • Kartu debit memang dapat digunakan untuk melakukan pembelian secara online, sama seperti kartu kredit. Meski demikian, ada hal yang harus diwaspadai saat menggunakan kartu debit untuk transaksi di dunia maya, yaitu apabila Anda membeli suatu barang namun ternyata ketika barangnya sampai di tangan Anda ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan atau merupakan barang tiruan dan saat Anda hendak meminta klarifikasi ternyata pihak penjualnya menghilang entah ke mana.
  • Jika Anda membelinya dengan menggunakan kartu kredit, Anda biasanya dapat melaporkan kasus Anda tersebut ke perusahaan penerbit kartu kredit Anda dan Anda tidak perlu membayar tagihan untuk transaksi tersebut sebelum sengketanya terselesaikan. Namun dengan kartu debit, sama saja seperti Anda membayar menggunakan uang tunai. Bank tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan dengan kartu debit Anda tersebut dan Anda tidak akan mendapatkan uang Anda kembali.
  • Jadi, Anda sebagai pemilik rekening yang secara otomatis menjadi pemilik kartu debit yang bersangkutan merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kartu debitnya dan segala bentuk kesalahan atau kecerobohan dalam penggunaannya harus ditanggung sendiri oleh Anda.

3. Tidak Ada Jaminan dari Bank

  • Kartu debit memang praktis dan memudahkan, namun perlu diingat bahwa pihak bank menarik sejumlah biaya, yang meski satu per satu relatif kecil namun jika dijumlahkan bisa menjadi cukup besar. Tergantung pada bank Anda dan jenis tabungan yang Anda pilih, Anda mungkin akan dikenakan biaya apabila Anda menggunakan kartu debit Anda untuk sejumlah transaksi tertentu dalam satu bulan. Atau ada lagi biaya apabila Anda menarik uang tunai di mesin ATM selain dari bank yang mengeluarkan kartu debit Anda tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *